Senin, 17 Desember 2018

Penderita Hipertensi Terus Meningkat, Jangan Lupa Cek Kesehatan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Front Page Cantik. Menangkal Hipertensi. shutterstock.com

    Front Page Cantik. Menangkal Hipertensi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan masalah hipertensi di Indonesia hampir 40 persen. Apabila jumlahnya terus bertambah akan menyebabkan kerugian negara.

    Baca: Awas Ciri Hipertensi Berat, Salah Satunya Memiliki Urine Sedikit

    “Tolong kita semua sehat dan saya titip dari setiap diri kita tolong beritahu warga, tetangga, teman, kita harus hidup sehat. Kita harus perkuat negara kita dengan produktif dan hidup sehat,” kata Menteri Kesehatan Nila dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 18 November 2018.

    Pola hidup sehat seperti berolahraga, makan buah dan sayur, serta cek kesehatan harus dimulai dari diri sendiri dan disosialisasikan kapanpun dan di manapun, sebagaimana tema HKN “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita.”

    “Ini pesan (tema HKN) yang sangat baik, mulai dari kita. Artinya kita meminta betul kesadaran dari masyarakat. Kita tidak akan menjadi sehat jika tidak mulai dari diri kita sendiri,” kata Nila.

    Nila menambahkan, salah satu penyebab rendahnya kualitas kesehatan seseorang karena kurang makan sayur dan buah. Padahal Indonesia memiliki berbagai macam buah dan sayur yang bisa didapatkan dengan mudah.

    Baca: Gangguan Saraf Bikin Nyeri di Wajah, Penyebabnya Bisa Hipertensi

    Selain itu, soal protein juga sebenarnya tidak hanya tergantung pada daging, tapi ada ikan yang juga mudah didapatkan di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, di antaranya melalui Gerakan Kesehatan Masyarakat yang menekankan pada perbanyak makan buah dan sayur, aktivitas fisik, dan cek kesehatan secara rutin. “Cek kesehatan rutin bisa dilakukan dengan cara sederhana dan bisa dilakukan sendiri, seperti cek hipertensi,” kata Nila.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.