Mau Kuliah di Oxford, Intip Tips Ketua Perhimpunan Alumni Oxford

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kuliah jarak jauh (pixabay.com)

    ilustrasi kuliah jarak jauh (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan Universitas Oxford. Universitas tertua di dunia ini telah berdiri sejak akhir abad ke-11. Alumni mahasiswa yang kuliah di tempat ini pun telah banyak tersebar di seluruh penjuru dunia. Tak hanya dari kalangan peneliti, namun juga para selebriti dunia.

    Baca: Beri Kuliah Umum di Uhamka, Sandiaga Uno Minta Izin Buka Jas

    Konon katanya, untuk masuk Oxford sendiri tidaklah mudah. Namun, hal tersebut disangkal oleh Rio Haminoto, Ketua Perhimpunan Alumni Universitas Oxford di Indonesia. Menurutnya, justru saat ini warga negara Indonesia sangat di perlukan disana. “Saat ini, Indonesia telah masuk ke dalam keanggotaan G20. Menurut saya, potensi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Oxford justru semakin terbuka lebar. Oxford saat ini memfokuskan tujuannya pada masyarakat di negara-negara yang memiliki potensi besar, salah satunya Indonesia. Jadi kemungkinan untuk diterimanya sangat besar,” kata Rio pada acara bulanan Perhimpunan Alumni Universitas Oxford di Atma Jaya Jakarta pada 9 Januari 2019.

    Menurut Rio, syarat masuknya pun tidak sulit. Hanya saja, potensi yang sama dari para kandidatnya lah yang menjadikan persaingan tersebut terlihat sukar. “Untuk masuk Oxford sebenarnya sama saja syaratnya dengan universitas lain. Nilai sekolah yang baik, IELTS atau nilai bahasa inggris yang memadai dan penulisan essay yang oke. Hanya saja, semua orang memiliki kapabilitas yang sama. Sehingga yang lebih stands out lah yang terpilih,” kata Rio.

    “Para kandidat harus pandai dalam menuliskan essay. Tidak bisa standar saja. Harus out of the box. Pasti akan dipilih,” tambahnya.

    Selain menggunakan biaya sendiri, mahasiswa lulusan Oxford tahun 2016 silam ini menyebut bahwa banyak beasiswa yang dapat membantu masyarakat Indonesia dalam menempuh pendidikan di Oxford. “Jangan takut masalah biaya. Ada banyak beasiswa yang ditawarkan. Tidak hanya dari pemerintah Indonesia seperti LPDP saja, beasiswa dari pemerintah Inggris seperti Chevening dan beasiswa langsung dari universitas Oxford juga dapat dicoba,” katanya.

    Baca: Intip 4 Jurusan Kuliah yang Peluang Kerja Bagus

    Ia lantas berpesan agar masyarakat Indonesia berani mencoba. “Jangan kemakan omongan bahwa Oxford itu susah. Justru jadikan hal tersebut sebagai motivasi dan pembuktian diri. Intinya berani mencoba,” tutupnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.