Anak Jadi Korban Gosip? Tangani dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak berbisik dengan temannya. (Pixabay.com)

    Ilustrasi anak berbisik dengan temannya. (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika anak telah berhenti bergosip namun mendengar gosip yang beredar, psikolog anak dan keluarga sekaligus penulis berbagai buku pengasuhan, Eileen Kennedy-Moore, mengingatkan anak biasanya kesulitan menahan diri untuk tidak mendengar atau tidak menyebarkan gosip tersebut.

    Baca: Anak Suka Gosip? Atasi Dengan Tips Mudah Ini

    "Jelaskan pada anak bahwa fakta bisa tercampur dengan gosip ketika diteruskan dari orang satu ke lainnya dan tidak bijak meneruskannya kepada orang lain," ujar Eileen.

    Sebaliknya, tekankan pada anak bahwa tidak ada yang bisa mengatur pendapat orang lain tentang diri mereka. Menyangkal rumor boleh dilakukan, setelahnya jangan acuhkan rumor tersebut dan fokuskan pada topik pembicaraan lain.

    Ketika anak menjadi korban gosip, bantu mereka memahami mengapa gosip tersebut muncul pertama kali. Ajak anak melakukan refleksi diri namun tak membebankan kesalahan pada diri anak.

    Baca: 4 Trik Agar Anak Tidur Nyenyak di Malam Hari

    "Mungkin anak akan menyadari bahwa ia tak seharusnya berucap atau bertindak sesuatu. Atau mereka sebaiknya meminta bantuan orang dewasa sebelum situasi menjadi tak terkendali hingga memunculkan gosip," kata konselor profesional klinis, Phyllis L. Fagell.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.