Saat Pematang Sawah Menjadi Catwalk Peragaan Busana

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta mengikuti fesyen show di pematang sawah, pada Festival Baju

    Sejumlah peserta mengikuti fesyen show di pematang sawah, pada Festival Baju "Saisuak", di Desa Wisata Kubu Gadang, Padangpanjang, Sumatera Barat, Minggu (24/2/2019). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

    TEMPO.CO, Jakarta - Desa Wisata Kubu Gadang di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mengadakan peragaan busana tradisional perempuan Minangkabau dan menggunakan pematang sawah sebagai "catwalk".

    Baca: Tenun Ikat Sikka Berpeluang Masuk Pasar Mode Dunia

    Inisiator Desa Wisata Kubu Gadang, Yuliza Zen di Padang Panjang, Minggu, mengatakan kegiatan itu diberi nama Festival Baju Saisuak. Saisuak berarti sudah lama sekali atau tempo dulu.

    Peragaan busana diikuti oleh ibu-ibu dan remaja perempuan dari kelurahan setempat. Para peserta berjalan di pematang sawah mengenakan pakaian tradisional sesuai usia.

    Yuliza menerangkan peragaan busana "saisuak" tersebut digelar untuk mengingatkan kembali masyarakat bagaimana perempuan Minang berpakaian di lingkungannya.

    "Pakaian perempuan Minang ini salah satu bentuk kearifan lokal yang harus dipertahankan. Karena ingin nuansanya setradisional mungkin, kami cukup memakai pematang sawah sebagai catwalk. Hal ini yang menjadi daya tarik di acara ini," katanya.

    Festival tersebut, ujarnya sekaligus sebagai suguhan selingan bagi pengunjung di samping suguhan tetap yang dihadirkan setiap Minggu berupa pasar kuliner tradisional di desa wisata tersebut.

    Panitia Festival Baju Saisuak, Yeni menambahkan acara itu dapat menjadi sarana menyampaikan pesan mengenai kesopanan wanita Minang dalam berpakaian, misalnya saat mengenakan baju kurung.

    "Saat ini baju kurung masih tetap dipakai namun sayangnya tidak dibuat seperti baju kurung tempo dulu yang betul-betul longgar. Masa sekarang baju kurung dibuat cenderung pas di badan," ujarnya.

    Baju-baju yang diperagakan para peserta, selain baju kurung juga ada baju kebaya dalam, kebaya incim dan baju kurung basiba.

    Baca: Grammy Awards 2019, Tilik Busana Unik Post Malone dan 4 Tokoh Ini

    Pakaian tersebut memiliki waktu tersendiri untuk penggunaannya. "Misalnya kebaya untuk pesta, baju kurung untuk alek nagari, acara turun mandi anak dan lainnya. Anak-anak sekarang terutama perempuan harus tahu dan ikut mempertahankan kearifan lokal ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.