Anies Baswedan Ajak Warga Jakarta Berjalan Kaki, Intip Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan naik MRT Jakarta untuk berangkat ke kantornya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan naik MRT Jakarta untuk berangkat ke kantornya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengajak masyarakat untuk berjalan kaku menuju transportasi publik. Dalam Instagramnya, Anies mengingatkan bahwa ada satu alat transportasi yang dimiliki semua orang. "Kaki. Alat transportasi yang dimiliki oleh hampir semua orang adalah kaki. Tapi sayangnya yang paling jarang kita pakai di Jakarta adalah kaki," katanya seperti diunggahnya pada 31 Maret 2019.

    Baca: Anies Baswedan Curi Waktu Jenguk Ibu Mertua Ridwan Kamil

    Anies ingin mengajak warga Jakarta berjalan kaki khususnya menuju ke transportasi publik. "Untuk itu jalur pedestrian tidak hanya menjadi sarana berpindah dari satu titik ke titik lain, tapi juga harus memberikan pengalaman unik bagi pejalan kaki," katanya.

    Sekarang transformasi urban yang sedang didorong di DKI Jakarta mengutamakan akses pejalan kaki dan pengguna transportasi publik. Hal ini memudahkan perpindahan antar moda transportasi publik, seperti di Terowongan Kendal.

    "Terowongan Kendal adalah bagian vital dari Kawasan Integrasi Dukuh Atas karena akan menghubungkan lima moda transportasi : KRL, TransJakarta, MRT, Kereta Bandara, dan LRT," kata Anies.

    Terowongan Kendal yang tadinya hanya digunakan sebagai putaran balik kendaraan bermotor kini kita konversi menjadi jalur pedestrian untuk pejalan kaki. Kini terowongan Kendal juga dilengkapi dengan tata pencahayaan yang dinamis, berjalan kaki di sana menjadi lebih menyenangkan.

    "Teman-teman sudah pernah berjalan lewat Terowongan Kendal?" katanya.

    Jalan kaki memiliki banyak manfaat.

    1. Berjalan kaki termasuk aktivitas low impact atau berdampak rendah, yang berarti tak akan memberatkan sendi dan tidak bakal mempengaruhi ataupun meningkatkan efek osteoarthritis

    2. Membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau low-density lipoprotein atau biasa disebut kolesterol jahat, serta dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL atau high density lipoprotein, yang biasa disebut kolesterol baik.

    3. Bisa mengurangi risiko gangguan kesehatan.

    4. Menurunkan tekanan darah, memperkuat sistem kardiovaskuler, mengurangi faktor risiko untuk perkembangan, dan meningkatkan pengelolaan diabetes melitus tipe 2.

    5. Dapat menjaga berat badan dengan efektif.

    6. Meningkatkan mood dan kekuatan fisik melalui latihan otot, serta mengurangi kemungkinan kejadian osteoporosis.

    Baca: Hari Ayah Nasional, Ini Plus Minus Jadi Anak Anies Baswedan

    Anda sudah mengikuti saran Anies Baswedan untuk berjalan kaki di Terowongan Kendal?

    I HEALTHDAY | HADRIANI P | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.