Gawai Bisa Menyebabkan Anak Sulit Mengingat Pelajaran Sekolah?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhatikan penggunaan gawai oleh anak Anda. Sebuah studi menunjukkan bahwa penggunaan gawai pada anak mungkin patut disalahkan sebagai penyebab mereka kurang konsentrasi atau pun susah menyerap informasi di sekolah. Bagaimana bisa?

    Baca: Mengalihkan Anak dari Kecanduan Gawai, Ini Cara Atiqah Hasiholan

    Melansir dari Phone Arena, laporan studi yang diterbitkan oleh Environmental Health Perspectives Swiss menyatakan bahwa hanya dibutuhkan satu tahun penggunaan gawai untuk membuat otak remaja terpengaruh oleh radiasi yang dikeluarkan perangkat selama panggilan telepon.

    Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan pada sekitar 700 remaja pada rentang usia 12 hingga 17 tahun. Saat itu, tes memori verbal dan figural diberikan kepada mereka sekitar satu tahun setelah selesai melakukan tes dasar. Rupanya, hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memiliki skor ingatan figural yang lebih rendah setelah mengalami radiasi RF-EMR yang dipancarkan oleh ponsel mereka selama panggilan telepon.

    Sebab, pengguna cenderung memegang ponsel dengan tangan kanan dan menempelkan pada telinga kanan saat panggilan berlangsung. Statistik lantas menunjukkan bahwa orang tersebut lebih cenderung mengalami kehilangan memori.

    "Ini membuktikan bahwa memang benar RF-EMF yang diserap oleh otak bertanggung jawab atas penurunan ingatan pada anak,” kata salah satu penulis penelitian, Martin Roosli.

    Oleh karena itu, Roosli mengimbau agar pengguna dapat memakai headphone atau menggunakan fitur speaker pada perangkat saat melakukan panggilan telepon guna mengurangi bahaya radiasi RF-EMF dari gawai.

    Meski demikian, bagi remaja yang menggunakan gawai mereka untuk bermain game, menjelajah web atau mengirim pesan, kabar baiknya adalah kegiatan tersebut hanya mengeluarkan sedikit radiasi RF-EMF ke otak. Lebih dari itu, tidak ada perubahan signifikan yang ditemukan dalam memori mereka yang menggunakan fitur-fitur tersebut pada gawai.

    “Hasil studi harus ditafsirkan dengan hati-hati. Walau mengeluarkan sedikit radiasi RF-EMF, penggunaannya tetap harus dibatasi karena imbasnya mungkin dapat bersifat akumulatif,” katanya.

    BacaIntip Diet Gawai Rafathar Ala Raffi Ahmad

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | PHONEARENA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.