Jangan Takut, Puasa Justru Baik untuk Menyembuhkan Sakit Maag

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

    ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit maag banyak terjadi karena makan tidak teratur. Itu sebabnya, banyak orang yang ragu menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tapi sebenarnya Anda tidak perlu khawatir. Sebab, banyak penelitian yang membuktikan bahwa puasa justru baik untuk penderita maag. 

    Baca juga: 4 Makanan Penangkal Sakit Saat Puasa Ramadan

    Ketua Persatuan Pakar Gizi dan Pangan atau Pergizi Indonesia Hardinsyah mengatakan, berpuasa justru akan membantu penyembuhan penyakit maag. “Puasa menyebabkan maag hanya mitos, justru sebaliknya. Berpuasa menyembuhkan maag,“ kata dia dalam kampanye  Gerakan Makan Bijak yang digagas Mylanta di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

    Ia menjelaskan, selama tidak makan dan minum selama 14 jam, lambung akan kosong. Saat itulah terjadi regenerasi sel yang membantu mempercepat penyembuhan tukak lambung.

    Hanya saja, kata Hardinsyah, penderita maag harus memilih makanan yang baik dan bergizi seimbang. Hindari terlalu banyak protein dan lemak, perbanyak buah dan makanan lain yang mengandung serat. “Tukak lambung terjadi karena keasamannya tinggi. Sedangkan protein dan lemak akan membentuk asam,” ujar profesor Institut Pertabian Bogor ini.

    Tingkat keasaman atau pH lambung yang normal adalah 2,5 -3,5. Ketika makan banyak makan protein hewani dan lemak, pH akan menurun tingkat atau tingkat keasaman naik. Untuk mencegah kenaikan tingkat keasaman itu bisa dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

    “Jadi harus ada sayur dan buah. Nasinya pilih nasi merah yang banyak seratnya. Makanan berserat lebih lambat menghasilkan asam atau gula,” ujar Hardinsyah.

    Tapi, untuk yang menderita maag akut, Hardinsyah tetap menyarankan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. 

    BacaPola Makan yang Sehat Selama Berpuasa Menurut Ahli Gizi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.