Fasilitas Mentereng Kamar Kos Mahasiswa, Ada Kolam Renang Indoor

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas kost eksklusif Rukita Karawaci, Curug, Tangerang, Banten, 13 Juni 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Fasilitas kost eksklusif Rukita Karawaci, Curug, Tangerang, Banten, 13 Juni 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar kos mahasiswa seolah naik tingkat. Dulu mungkin orang merasa cukup memiliki kamar kos berisi tempat tidur, lemari dan meja belajar. Kini, berbagai fasilitas menarik ditawarkan. Salah satunya fasilitas kolam renang.

    Imam Nursalim, 21 tahun, sedang asyik “mabar” bersama enam kawannya di rumah kosnya di bilangan Karawaci, Tangerang. Istilah “mabar” yang berarti “main bareng” itu merujuk pada aktivitas anak muda bermain mobile game bersama teman-temannya.

    Mereka menempati ruangan yang cukup besar yang disebut game room. Di sana, ada televisi berukuran besar dengan Nintendo Switch yang bisa digunakan para penghuni bermain game. Bukan hanya di ruang khusus itu, para penghuni juga bisa bermain mobile game karena terdapat fasilitas Wi-Fi di seluruh area rumah kos.

    Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan itu mengaku baru saja pindah ke rumah kos yang bernama Ohana by Rukita tersebut pada Maret lalu. Alasannya, rumah kos baru itu memiliki fasilitas ruang bersama atau common room lebih banyak dibanding rumah kos sebelumnya, sehingga teman-temannya bisa datang berkunjung. “Lebih seru, lebih berasa seperti di rumah saya di Makassar,” kata dia kepada Tempo, Kamis 13 Juni 2019.

    Teman-temannya memang rutin berkunjung ke kamar kosnya. Tak hanya bermain, mereka juga sering belajar bersama di sana. Selain fasilitas ruang bersama, ia sering memakai dapur untuk memasak. Menurut Imam, fasilitas yang diberikan sangat lengkap untuk pemakaian sehari-hari.

    Co-Founder Ohana by Rukita, Sarah Soewatdy, mengatakan okupansi kamar kos di rumah kos yang berdiri pada awal 2019 tersebut mencapai 80 persen menjelang tahun ajaran baru mahasiswa yang baru dimulai Agustus nanti. Banyak mahasiswa baru di Universitas Pelita Harapan yang sudah booking dengan membayar biaya sewa satu bulan. Harga sewa 34 kamar di Ohana dimulai dari angka Rp 3,75 juta. Tapi Sarah enggan menyebut batas harga tertingginya.

    Bukan cuma Ohana, rumah-rumah kos dengan fasilitas wah di sekitar Universitas Pelita Harapan juga bermunculan. Di kampus-kampus lain seperti di Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Padjadjaran Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan berbagai perguruan tinggi swasta juga mulai dikelilingi rumah-rumah kos dengan fasilitas mentereng. Begitu tahun ajaran baru tiba, mahasiswa-mahasiswa baru dari berbagai daerah segera berburu kamar-kamar kos di lokasi favorit di dekat kampus itu. Sebagian dari mereka tak mempersoalkan jika mereka harus merogoh kocek lebih dalam.

    Penghuni menggunakan fasilitas kost eksklusif Rukita Karawaci, Curug, Tangerang, Banten, 13 Juni 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Imam, misalnya, membayar biaya sewa bulanan sekitar Rp 4 juta. Harga itu belum termasuk biaya listrik yang dibayarnya sendiri melalui sistem token. Bagi dia, apa yang dibayarnya sudah sebanding dengan fasilitas yang diberikan. “Fasilitas di sini enggak ada di tempat lain,” katanya.

    Dengan harga sewa sebesar itu, Imam mendapatkan fasilitas kolam renang di dalam ruangan di lingkungan Ohana, meja biliar, Wi-Fi yang kencang di setiap lantai, serta ruang-ruang bersama dengan televisi besar. Belum lagi fasilitas televisi di dalam ruangan dengan jaringan TV kabel, ditambah fasilitas keamanan seperti CCTV dan akses fingerprint yang sangat mumpuni. Ada pula minimarket yang masih berada di dalam ruang lingkup rumah kos yang menjual berbagai makanan dan minuman ringan serta sejumlah barang lain.

    Fasilitas kost eksklusif Rukita Karawaci, Curug, Tangerang, Banten, 13 Juni 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Fasilitas dapur mewah. Ada kompor listrik, oven, dan peralatan memasak yang cukup lengkap. Pengelola juga membersihkan kamar setiap hari serta menyediakan jasa pencucian pakaian.

    Imam masih dibiayai oleh kedua orang tuanya yang bekerja sebagai distributor kosmetik di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia juga merasa akses menuju kampusnya mudah: hanya berjarak 3-4 kilometer dari rumah kosnya. Selain itu, ia membawa kendaraan pribadi. “Kalau tidak membawa kendaraan, ojek daring banyak, kok,” ucapnya.

    PITO AGUSTIN RUDIANA | ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.