Risiko Sering Olahraga Malam bagi Kesehatan Jantung

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga dengan dumbell. heartyhosting.com

    Ilustrasi olahraga dengan dumbell. heartyhosting.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi warga ibu kota, olahraga di malam hari adalah hal biasa. Ini dilakukan untuk menyiasati minimnya waktu luang di hari kerja. Tapi ternyata olahraga malam hari tidak disarankan karena berisiko terhadap kesehatan jantung. 

    Baca juga: 6 Kunci Hidup Sehat bagi Lansia, Olahraga dan Jangan Stres

    Ahli fisiologi olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr Jajat Darajat Kusumah Negara S.Pd M.Kes AIFO mengatakan, waktu olahraga yang paling dianjurkan adalah pagi atau sore hari. Dia mengatakan olahraga di malam hari setelah beraktivitas seharian membebani kerja jantung karena tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.

    "Biarkanlah jantung kita beristirahat, iramanya rendah, sebaiknya dikurangi olahraga malam hari," kata Jajat yang melakukan penelitian gelar doktor tentang dampak futsal bagi fungsi kognitif, pada Rabu, 10 Juli 2019, di Jakarta. 

    Mengistirahatkan irama jantung di malam hari juga memberikan waktu pemulihan bagi tubuh atas aktivitas sehari penuh.

    Jajat yang dulunya atlet sofbol nasional itu menyarankan olahraga pagi hari hingga pukul 9.00 atau 10.00. Kendati demikian dia tidak memungkiri kondisi di Ibu Kota Jakarta, terlebih bagi masyarakat pekerja yang sibuk tidak memiliki waktu untuk berolahraga kecuali malam hari.

    Disertasi promosi doktor yang dilakukan Jajat juga mengungkapkan bahwa olahraga futsal yang dilakukan oleh anak remaja selama 60 menit dan lima kali dalam seminggu bisa meningkatkan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres, serta kadar MDA yang membentuk radikal bebas dalam tubuh.

    Dia mengatakan berolahraga berintensitas tinggi secara terus menerus bisa membentuk radikal bebas jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang mengandung vitamin c, vitamin e, likopen, dan flavonoid.

    Oleh karena itu Jajat sangat menganjurkan orang yang gemar berolahraga secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, terutama dengan makan sayur dan buah yang mengandung antioksidan tinggi.

    Baca juga: Bahaya Olahraga yang Terlalu Diforsir Menurut Pakar

    Olahraga yang baik harus dimulai dengan aktivitas dan intensitas yang ringan, kemudian berlanjut ke olahraga yang lebih lama dan intensitas yang lebih berat seiring meningkatnya kemampuan tubuh. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.