Kunci Bebas dari Risiko Kanker, Bukan Cuma Menghindari Rokok

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sel kanker. shutterstock.com

    Ilustrasi sel kanker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti setiap orang. Sebab, apabila tidak segera ditangani hingga stadium lanjut, kemungkinan besar pasien tidak dapat disembuhkan.

    Meski menakutkan, Anda bisa menghindari risiko kanker. Dokter spesialis bedah digestif, A. Hamid Rochanan, membagikan kiat untuk meminimalisasi risiko kanker.

    Dr Hamid mengatakan, hal pertama dan wajib dilakukan adalah mengontrol pola makan dan minum. Makanan yang paling tidak disarankan ialah daging merah, khususnya bagi mereka yang telah menginjak usia 40 tahun ke atas. Menurut dia, daging meningkatkan kolesterol dan darah tinggi. Oleh karena itu, ia menyarankan agar Anda mengganti daging dengan jenis yang lebih bergizi.

    “Daging coba ditukar dengan ikan, tahu, dan tempe. Makanan-makanan itu sama-sama mengandung banyak protein tapi lebih ramah bagi kesehatan,” katanya di acara Penatalaksanaan Kanker di Era BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Untuk minuman, Hamid menyarankan untuk menghindari yang berwarna dan bersoda. Sebab, keduanya mengandung karsinogen yang berkontribusi untuk mempercepat kemungkinan kanker.

    “Sebenarnya kalau diminum sesekali, tidak apa-apa. Tapi jangan keterusan misalnya setiap hari harus minum. Ini yang membahayakan karena terus memupuk zat jahat,” katanya.

    Selain mengatur pola makan, ia juga menegaskan pentingnya berhenti merokok. Sebab selain ditemukan pada minuman berwarna dan bersoda, zat karsinogen juga bisa didapati dalam setiap batang rokok. Sehingga tak heran, bukan hanya kanker paru-paru saja yang bisa diderita, namun seluruh jenis kanker lainnya.

    “Jangan main-main dengan rokok. Dia memang sangat bahaya, khususnya saat berkontribusi untuk menumbuhkan sel-sel abnormal di semua organ tubuh. Jadi wajib dihindari,” katanya.

    Terakhir dan tak kalah penting, olahraga atau aktivitas fisik. Hamid mengatakan bahwa asosiasi kanker di Indonesia telah meneliti bahwa olahraga memang bisa menurunkan risiko kanker. Olahraga yang disarankan agar mendapatkan hasil maksimal itu adalah bergerak selama 30 menit setiap hari dan minimum dilakukan 5 kali seminggu.

    “Gerak bagaimana saja bebas. Yang penting tidak diam atau berada diposisi yang sama terus. Ini akan menjauhkan Anda dari kanker,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.