Demi Lingkungan, Kelly Tandiono Bawa Karung Beras kala Liburan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelly Tandiono. Instagram.com/bubahalfian

    Kelly Tandiono. Instagram.com/bubahalfian

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepedulian akan sampah, terutama plastik, semaki tinggi. Para pesohor pun jadi pelopor gerakan antisampah plastik, salah satunya aktris dan model Kelly Tandiono. Ia punya kebiasaan unik dalam menjaga lingkungan selama liburan, yaitu membawa karung beras.

    “Kalau lihat sampah, dipungut,” kata Kelly dalam acara #BijakBerplastik di Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Kelly memanfaatkan karung beras sebagai wadah untuk memungut sampah yang ditemukan saat berjalan-jalan. Kebiasaan itu telah dilakukan Kelly saat menjadi relawan di pulau Sumba. Model berusia 32 tahun itu pun mengenang pengalaman menarik saat membersihkan sampah di pulau tersebut.

    “Orang-orang sekitar di sana pada ngikutin,” ujar Kelly, yang senang bisa menularkan hal baik pada sesama.

    Kebiasaan memunguti sampah juga ia lakukan di mana pun, baik ketika berenang di laut ataupun ketika mengikuti olahraga triatlon. Aksi memungut sampah ini juga dipraktikkan saat berada di tempat wisata.

    “Kan sedih ya, kalau banyak sampah di tempat wisata,” ujar mentor Asia’s Next Top Model 4 itu.

    Pada 18 Agustus, Kelly punya rencana untuk plogging alias joging sambil memungut sampah. Gerakan yang dimulai dari Swedia itu akan berlangsung pada Hari Bebas Kendaraan yang berlangsung setiap Minggu di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

    “Sehatnya dapat, juga bisa jaga lingkungan,” ujarnya.

    Pecinta olahraga itu juga mengaku sudah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan sampah sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Dia membawa tas jinjing (tote bag) saat sedang berbelanja serta mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kelly menggunakan tumbler sebagai tempat minum.

    “Kalau bawa makanan pakai kontainer,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.