Minggu, 15 September 2019

Pakar Jelaskan Nutrisi pada Kubis, Cocokkah untuk Diet?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kubis. Tabloidbintang

    Ilustrasi kubis. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Dr. Donald Hensrud, seorang profesor sekaligus peneliti di Mayo Clinic, Minnesota, Amerika Serikat, mengungkapkan tidak ada bukti ilmiah mengenai makanan rendah kalori. Ia  mengatakan secara teori mungkin ada, namun tetap tidak masuk akal. Dirinya juga menentang keras diet rendah kalori yang dapat menyebabkan seseorang kekurangan nutrisi.

    Rasanya sulit dipercaya, makanan yang tidak mengandung kalori sedikit pun dapat membakar lebih banyak energi. Sayangnya, mitos tersebut dibantah oleh dokter ternama yang mengonfirmasi ketidakbenarannya.

    Dilansir dari Daily Mail, Hensrud menulis tentang makanan yang diduga memprovokasi banyak orang untuk mengikuti diet rendah kalori, seperti diet kubis, yang dipercaya oleh Hensrud berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa ahli diet mengklaim bahwa mengunyah makanan rendah kalori seperti seledri dan kubis membakar lebih banyak energi dibanding energi yang terkandung di dalamnya. Namun, Hensrud mengungkapkan tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung pernyataan tersebut.

    Dalam laman resmi Mayo Clinic, ia menjelaskan “Sepanjang hari, sekitar 5–10 persen total energi dicerna. Energinya diambil dari nutrisi yang dikonsumsi. Makanan yang mengandung beberapa kalori, seperti seledri dan sayur yang tidak mengandung tepung lainnya, memiliki kalori, meski kecil tetap dibutuhkan untuk dicerna menjadi energi. Secara teori, mungkin untuk mengonsumsi makanan tidak mengandung kalori, namun tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa beberapa makanan berdampak seperti itu.”

    Ilustrasi jus kubis. Shutterstock

    Mengonsumsi semangkuk penuh sayur rendah kalori bukan hal buruk. Namun pastikan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi lain. Hensrud mengingatkan akan bahaya diet ekstrem dengan hanya mengonsumsi makanan yang dianggap tidak mengandung kalori sama sekali, seperti diet sup kubis.

    Program penurunan berat badan tersebut menyerukan agar mengonsumsi sup kubis saja selama satu minggu dan mengklaim bahwa yang mencobanya akan kehilangan berat badan hingga 4,5 kilogram. Hensrud menyerukan bahwa mengikuti diet ekstrem seperti itu hanya akan mempengaruhi kesehatan tubuh.

    Hensrud kembali menulis, “Mengikuti diet ekstrem dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan yang dianggap tidak berkalori sama sekali mengakibatkan tubuh kehilangan nutrisi penting. Kunci agar sukses menurunkan berat badan adalah menerapkan pola hidup sehat, termasuk diet seimbang dan olahraga.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.