Demo di DPR, Motif Pelajar Lakukan Unjuk Rasa Menurut Ketua KPAI

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pelajar STM dari Subang hendak ikut demo 30 September ke gedung DPR dihalau petugas di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin  30 September 2019. Tempo/Adi Warsono

    Puluhan pelajar STM dari Subang hendak ikut demo 30 September ke gedung DPR dihalau petugas di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin 30 September 2019. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Unjuk rasa yang dilakukan oleh pelajar SMA dan STM di gedung DPR/MPR Jakarta pada September 2019 masih hangat diperbincangkan publik. Seperti yang banyak dikabarkan, banyak dari pendemo yang tidak mengerti tujuan demo.

    “Mereka sekedar teriak-teriak untuk RUU KUHP tapi tidak jelas pasal mana yang dituju. Bahkan ada yang benar-benar tidak tahu apapun,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, dalam acara bincang-bincang media bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Jakarta pada 11 Oktober 2019. 

    Lantas, apa motif di balik aksi demonstrasi yang dilakukan pada pelajar itu jika bukan mengenai RUU? Susanto menjelaskan tiga alasan utamanya. Pertama, ini berhubungan dengan aksi solidaritas. Ia mengatakan bahwa anak-anak secara umum menjunjung tinggi kebersamaan.

    “Jadi, kalau diajak teman, walaupun tanpa substansi dan informasi yang jelas tetap dilakukan,” katanya.

    Suasana kericuhan saat massa pelajar menggelar aksi unjuk rasa di sekitar gedung DPR/MPR, Jalan Tentara Pelajar, Senayan, Jakarta, Senin, 30 September 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Susanto juga mengatakan bahwa beberapa pendemo ingin menunjukan jati diri. Khususnya anak-anak di luar kota, berkunjung ke ibu kota adalah suatu hal yang membanggakan. Terlebih jika ikut melakukan aksi-aksi yang menantang seperti demonstrasi.

    “Saya pernah ketemu dengan beberapa anak. Mereka dari luar kota, katanya tujuan ikut demo supaya bisa pamer,” katanya.

    Terakhir, Susanto menjelaskan bahwa alasan lain disebabkan oleh pesan berantai dan mudahnya anak-anak terprovokasi. Menurutnya, anak-anak adalah wadah yang mudah dipengaruhi sehingga oknum tak bertanggung jawab pun memanfaatkan situasi dengan ajakan demo.

    “Banyak yang bilang kalau mereka dapat informasi demo dari sosmed. Karena mudah terprovokasi dan tidak memperdalam substansi, jadilah anak-anak berdemo,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.