Jakarta Memanas, Ini Tips Olahraga Saat Suhu Maksimum

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hijab olahraga di gym. muslimobserver.co

    Ilustrasi wanita hijab olahraga di gym. muslimobserver.co

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas di daerah Jakarta dan sekitarnya akan terus terjadi hingga akhir bulan Oktober. "Cuaca panas di ibu kota akan mencapai suhu 37 hingga maksimal 39 derajat celcius hingga minggu depan,” kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Cuaca BMKG Miming Saepudin dalam acara Temu Media oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta pada 25 Oktober 2019.

    Bagi Anda yang gemar berolahraga, suhu panas tentu tidak menghalangi aktivitas tersebut untuk tetap dilakukan. Meski demikian, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menyarankan agar berolahraga dengan bijak saat suhu panas.Misalnya, berolahraga bisa dilakukan di dalam ruangan tertutup seperti tempat gym. Ini disarankan khususnya saat seseorang memiliki waktu luang dan ingin berolahraga di siang hari. “Bisa juga dengan jalan di mall. Sebenarnya ini sehat karena jalan dari ujung ke ujung sudah setara dengan olahraga di lapangan terbuka,” katanya.

    Jika tidak bisa berolahraga di tempat tertutup atau sekedar jalan di pusat perbelanjaan, Achmad menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik di luar ruangan saat matahari belum muncul. Misalnya di pagi atau malam hari. “Suhunya juga enak. Masih sejuk, baik untuk pernafasan,” katanya.

    Tak lupa, mengkonsumsi air dengan cukup juga disarankan Achmad. Bagi mereka yang berolahraga saat cuaca panas, sebaiknya minum 2,5-3 liter air. “Karena saat panas, produksi keringat lebih banyak. Lebih disarankan kadar air yang diminum lebih banyak dari porsi biasa, di atas dua liter,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.