Ingin Toilet dan Kamar Mandi Bebas Kuman? Terapkan Cara Mudah Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Toilet Hotel.123rf

    Ilustrasi Toilet Hotel.123rf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjaga kebersihan kamar mandi adalah hal yang penting. Sebab, kamar mandi merupakan salah satu tempat bersarangnya kuman dan bakteri penyebab penyakit.

    Sayangnya, masih minim pengetahuan masyarakat tentang cara membersihkan kamar mandi dengan baik. Dokter mikrobiologi klinis, Wani Gunardi membagikan langkah mudah yang bisa masyarakat kerjakan untuk menciptakan kamar mandi bebas kuman itu.

    Pertama, ia mengatakan bahwa setiap orang wajib menyiram toilet dan lantai kamar mandi dengan air. “Ini bertujuan untuk mengurangi risiko terbentuknya kerak dan kotoran yang menggumpal,” katanya dalam acara Vixal Ingatkan Pentingnya Toilet dan Kamar Mandi Bersih dan Sehat di Jakarta pada Senin, 18 November 2019.

    Setelah itu, menyiram produk pembersih khusus toilet dan kamar mandi juga disarankan Wani. Ia mengatakan bahwa ini ditujukan untuk membunuh bakteri dan virus yang tidak mati karena disiram air. “Bakteri itu jenis dan jumlahnya berbeda-beda. Dengan produk pembersih, ini bisa membantu menghilangkan (bakteri dan virus) dengan lebih optimal,” katanya.

    Namun perlu diperhatikan untuk tidak sekedar menyiram produk pembersih begitu saja. Aturan yang disarankan Wani adalah cairan yang telah disemprotkan harus didiamkan selama 20 menit. Kemudian, disikat dan baru dibilas dengan air.

    “Ada yang namanya contact time. Jadi beberapa bakteri memang membutuhkan waktu untuk benar-benar dimatikan. Itulah kenapa harus didiamkan selama 20 menit dan setelahnya digosok agar benar-benar bersih,” katanya.

    Terakhir, Wani juga mengingatkan untuk melakukan rangkaian pembersihan toilet dan kamar mandi dengan teratur. Ini berarti, kegiatan tersebut tidak boleh dilakukan sesekali, namun berulang kali. “Saya sebenarnya menyarankan setiap hari. Tapi semuanya bisa diatur dengan jadwal Anda. Boleh dua hari sekali atau satu kali seminggu yang penting teratur untuk mendapat hasil yang terbaik,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.