Perhatikan Waktu Emas Tangani Keluarga yang Alami Serangan Stroke

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi stroke (Pixabay.com)

    ilustrasi stroke (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2016, stroke menempati peringkat ke-2 sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian dan peringkat ke-3 penyebab kecacatan di seluruh dunia.

    Stroke sendiri dibagi menjadi dua, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik melalui mekanisme yang berbeda. Secara garis besar, stroke iskemik terjadi akibat dinding pembuluh darah menebal dan mempermudah terbentuknya plak. Ini akhirnya akan menyumbat suplai oksigen ke otak dan menyebabkan stroke.

    Sedangkan stroke hemoragik terjadi akibat penipisan dinding pembuluh darah arteri yang lebih kecil, dan menyebabkan terbentuknya gelembung yang bisa pecah sewaktu-waktu. Darah yang keluar dari pembuluh darah akan menekan sel saraf di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan dan stroke.

    Ilustrasi stroke.saga.co.uk

    Tentu, tak ada orang yang ingin menderita stroke. Namun jika ada saudara atau keluarga yang mengalami stroke, penanganan pertama wajib dilakukan guna meminimalkan kecacatan hingga kematian. Dokter spesialis saraf Eka Harmeiwaty mengatakan bahwa ini bisa direalisasikan jika pasien mendapatkan pengobatan dalam kurun waktu 4,5 jam pasca serangan terjadi.

    Untuk itu, masyarakat disarankan segera membawa pasien stroke ke rumah sakit agar pemeriksaan penunjang dan pengobatan segera dilakukan. “Pasien stroke yang datang ke rumah sakit dalam waktu kurang 60 menit menunjukkan hasil pengobatan yang baik dimana 25 persen segera menjadi pulih,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo.co pada Senin, 9 Desember 2019.

    Menurut Eka, keluarga pasien juga diharapkan dapat mengenali gejala stroke yang beragam. Yang paling mudah adalah dengan metode Face Arms Speech Time (FAST). F adalah singkatan untuk Face: memperhatikan wajah pasien apakah turun sebelah atau mencong, A atau Arm untuk menilai apakah ada kelemahan pada salah satu lengan atau tangan. S atau Speech untuk menilai apakah ada kesulitan berbicara seperti pelo. “Bila tanda-tanda tersebut terlihat, jangan buang waktu segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan pertolongan yang ditandai dengan T atau Time,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!