Ingin Ikut Program Bayi Tabung, Cek yang Harus Dipersiapkan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi kembar empat Caroline, Darcy, Alexis dan Elisha lahir dari metode bayi tabung. Uniknya mereka berasal dari satu embrio yang membelah tiga, lalu dari salah satu membelah lagi, sehingga terdapat empat janin. Dailymail.co.uk

    Bayi kembar empat Caroline, Darcy, Alexis dan Elisha lahir dari metode bayi tabung. Uniknya mereka berasal dari satu embrio yang membelah tiga, lalu dari salah satu membelah lagi, sehingga terdapat empat janin. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memutuskan mengikuti program bayi tabung. Bukan cuma biaya yang perlu disiapkan saat memutuskan ikut program bayi tabung atau in-vitro fertilization (IVF) demi mendapatkan keturunan akibat terganjal masalah kesuburan.

    Ahli fertilitas di Sunfert International Fertility Centre Kuala Lumpur, Dr. Eeson Sinthamoney, mengatakan pasutri, terutama istri, harus memastikan asupan nutrisi yang cukup.

    "Nutrisi dari makanan bergizi, rekomendasi suplemen, asam folat, vitamin D," ujarnya dalam program "Harapan Dua Garis" dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Asam folat berperan menjaga kualitas sel telur dan mencegah terjadinya kecacatan pada janin yang menyebabkan bayi terlahir dengam bibir sumbing dan kelainan tulang belakang. Oleh karena itu, agar kondisi sel telur baik dan mendukung kehamilan, yang berujung pada kondisi janin yang sehat, para perempuan yang berencana hamil perlu mengonsumsi asam folat 400-600 mikrogram per hari, 2-3 bulan sebelumnya.

    Selain itu, pastikan juga berat badan istri berada pada kategori normal karena berat badan berlebih bisa mengurangi keberhasilan program IVF. Hal lainnya, berhentilah merokok dan meminum alkohol atau setidaknya mengurangi dua kebiasaan itu. Eeson mengatakan rokok dan alkohol berdampak buruk pada peluang hamil.

    Konsultan obstetri dan ahli ginekologi di Alpha IVF & Women Specialist, Malaysia, Dr. Lam Wei Kian menambahkan pemeriksaan sistem reproduksi pasutri juga diperlukan sebelum menjalan prosedur IVF. Pada laki-laki, biasanya masalah kesuburan yang dihadapi menyangkut kualitas, jumlah, dan bentuk sperma.

    Sementara pada perempuan, umumnya berkaitan dengan kualitas sel telur, kondisi rahim dan masalah di dalamnya, seperti kista dan lainnya. Lalu soal biaya? Dalam kesempatan itu, Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council, Nik Yazmin Nik Azman mengatakan biaya melakukan IVF di Malaysia bergantung pada prosedur yang dijalani pasien dan ini terkait hasil pemeriksaan awal mereka. Untuk pemeriksaan dasar, umumnya biaya yang perlu dikeluarkan pasien sekitar 15.000-20.000 ringgit atau setara Rp 50-67 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.