Mitos dan Fakta Pria Ikut Program Hamil, Boleh Minum Kopi?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan selebriti Irwansyah dan Zaskia Sungkar saat ditemui usai pemutaran perdana film Roh Fasik di Metropole XXI, Jakarta, 6 Mei 2019. Roh Fasik merupakan film bergenre horor religi yang disutradarai Ubay Fox dan Evelyn Afnilia sebagai penulis naskah. Tempo/Nurdiansah

    Pasangan selebriti Irwansyah dan Zaskia Sungkar saat ditemui usai pemutaran perdana film Roh Fasik di Metropole XXI, Jakarta, 6 Mei 2019. Roh Fasik merupakan film bergenre horor religi yang disutradarai Ubay Fox dan Evelyn Afnilia sebagai penulis naskah. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Zaskia Sungkar dan Irwansyah akan kembali menjalani program hamil. Hal itu pun telah disetujui keduanya saat sedang mengunjungi Kiano Tiger Wong, anak Baim Wong dan Paula Verhoeven pada pada 14 Januari 2020. “Ok, deal, salaman dulu, baru aku mau program,” kata Zaskia dalam unggahan video di akun Youtube Baim Paula itu. “Kita saksinya,” kata Baim menimpali.

    Program hamil memang sangat membantu pasangan suami istri yang ingin memiliki momongan. Sayangnya, masih banyak mitos dan fakta yang beredar di masyarakat saat menjalani program hamil. Khususnya untuk para pria, situs Forbes dan Live Science pun meluruskan beberapa diantaranya.

    Mitos pertama: Pria boleh merokok sebelum dan sesudah pembuahan

    Tak sedikit orang yang percaya bahwa merokok boleh dilakukan sebelum dan sesudah pembuahan. Tujuannya agar saat pembuahan, kualitas sperma bagus. Padahal hal tersebut tidak benar. Sebab secara umum, rokok yang dihisap kapanpun bisa memperburuk kualitas sperma jangka panjang. Sehingga berhenti merokok saat pembuahan tidak akan berpengaruh pada kualitas sperma yang sudah buruk akibat gaya hidup merokok sebelumnya.

    Mitos kedua: Obat-obatan bisa dikonsumsi secara bebas

    Jika Anda memiliki masalah kesehatan dan sedang menjalankan program kehamilan, sebaiknya selalu konsultasikan obat yang diminum. Sebab, beberapa jenis obat seperti obat tekanan darah tinggi (beta blocker), obat depresi dan kecemasan (SSRI), obat nyeri (opiat jangka panjang), dan obat pembesaran prostat (finasteride) dapat berpengaruh negatif pada kesuburan pria.

    Mitos ketiga: Boleh minum kopi asal tidak terlalu banyak

    Ini adalah anggapan yang salah lainnya. Sebab, kandungan kafein pada kopi atau teh dipercaya dapat mengganggu kesuburan sperma. Bahkan saat pembuahan, studi oleh Longitudinal Investigation of Fertility and the Environment (LIFE) mengatakan bahwa efek dari kafein bisa menggugurkan kandungan.

    Mitos keempat: Pakai celana boxer bisa tingkatkan keberhasilan program

    Banyak orang percaya tentang hal ini. Memang, pilihan pakaian dalam pria dapat mempengaruhi suhu skrotum dan sperma. Namun, belum ada penelitian yang menunjukkan hasil nyata antara penggunaan celana dan kesuburan. “Yang benar adalah mengenakan apapun yang terasa paling nyaman saja bagi pria,” kata kepala endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Northwestern Medicine's Fertility and Reproductive Medicine di Chicago, Jared Robins.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | FORBES | LIVESCIENCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.