Harus Ambil Keputusan Besar, Encerkan Pikiran dengan Makanan Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cokelat (pixabay.com)

    Ilustrasi cokelat (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perut yang kosong tentu bukan suatu hal yang baik. Sebab selain membuat Anda kurang bersemangat, Anda pun juga bisa mengambil keputusan yang salah.

    Jika perut kosong dialami saat berbelanja, mungkin mengambil keputusan yang salah bukan menjadi masalah besar. Namun, bagaimana jika dihadapkan pada keputusan terkait karir atau kehidupan pribadi? Anda tentu tidak ingin membuat kesalahan yang dapat membahayakan dalam jangka panjang.

    Rupanya, makanan yang bisa mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh departemen psikologi di Universitas Dundee di Skotlandia mengungkapkan bagaimana hal tersebut saling berhubungan.

    Pertama, pengujian dilakukan kepada 50 orang. Mereka dibagi menjadi dua grup, yang salah satunya diberi makan tinggi serotonin dan lainnya tidak. Selanjutnya, berbagai hadiah ditawarkan, dari yang besar hingga kecil. Sayangnya, semua yang tidak mengonsumsi serotonin memilih hadiah yang lebih kecil sehingga menandakan mereka sudah mengambil keputusan yang salah.

    Menambahkan hasil penelitian, tim dari Universitas Cambridge di Inggris mengungkapkan bahwa serotonin memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan. Serotonin sendiri merupakan hormon utama yang membantu menstabilkan suasana hati dan meningkatkan perasaan sejahtera.

    “Ini mengirimkan sinyal antara sel-sel saraf dan terbuat dari asam amino esensial yang disebut triptofan. Triptofan yang tinggi membuat seseorang lebih tenang dan tidak impulsif,” kata salah satu penulis penelitian seperti yang dilansir dari situs Times of India pada 28 Januari 2020.

    Ada beberapa jenis makanan tinggi serotonin yang bisa dikonsumsi sebelum mengambil keputusan besar, termasuk daging merah, sup ayam, cokelat, kacang, tuna, dan pisang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.