Suka Olahraga tapi Alami Serangan Jantung? Mungkin Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya aktor Ashraf Sinclair. Suami Bunga Citra Lestari ini tutup usia akibat serangan jantung pada Selasa, 18 Februari 2020 pukul 4.51 WIB di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC) Kuningan, Jakarta. Banyak kolega Ashraf yang kaget dengan fakta itu, karena ternyata Ashraf adalah orang yang gemar berolahraga.

    Dalam berbagai unggahan foto di Instagram pribadinya @ashrafsinclair, pria 40 tahun itu sering mengunggah kebiasaannya berolahraga di pusat kebugaran dan melakukan salah satu hobinya bermain golf.

    Bagaimana seseorang dengan gaya hidup gemar berolahraga dan masih muda ini bisa meninggal dunia? Dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah Vito A Damay mengatakan bahwa serangan jantung memiliki banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah kolesterol.

    Melalui unggahan video di akun Youtube pribadinya, Dokter Vito, ia menjelaskan jika kolesterol dapat menyebabkan plak pada pembuluh darah. “Ini ujungnya membuat potensi serangan jantung. Walaupun olahraga dan makan sehat, ini bisa dialami apalagi jika memiliki riwayat penyakit,” katanya pada 5 Februari 2020.

    Sayangnya, kolesterol yang menyebabkan plak sehingga mempengaruhi jantung itu tidak menimbulkan keluhan dan gejala apapun. Kondisi ini membuat seseorang merasa sehat dan percaya diri. Untuk itu, dokter yang praktik di Rumah Sakit Siloam Karawaci mengimbau agar setiap orang selalu melakukan medical check up secara berkala. “Walaupun sudah hidup sehat, jangan lupa untuk medical check up apalagi usia di atas 40 tahun,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | YOUTUBE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).