Sekolah di Luar Negeri, Tasya Kamila Belajar Nilai Kehidupan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi Pers WISH Festival 2020 bertajuk 'Peran Beasiswa dalam Pembangunan SDM Bangsa' di Jakarta pada 5 Maret 2020. Tempo/Mitra Tarigan

    Konferensi Pers WISH Festival 2020 bertajuk 'Peran Beasiswa dalam Pembangunan SDM Bangsa' di Jakarta pada 5 Maret 2020. Tempo/Mitra Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Tasya Kamila merasa mendapatkan banyak manfaat ketika belajar ke luar negeri. "Saya belajar cara adaptasi, tanggung jawab, dan berbagai pelajaran kehidupan," katanya pada acara konferensi WISH Festival 2010 bersama Lokalate di WeWork Menara Astra, Jakarta pada 5 Maret 2020.

    Tasya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di Columbia University, Amerika Serikat. Ia mengatakan belajar ke jenjang lebih tinggi membuka pikirannya lebih luas. Apalagi ia bergaul dengan berbagai mahasiswa antar negera di kampus itu. "Selain itu juga saya belajar tentang toleransi," katanya.

    Dengan belajar hingga tingkat pasca sarjana, ibu satu anak ini pun merasa bisa melatih diri dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan berbagai cara. "Dampak lainnya, saya punya banyak network. Jadi ketika pergi ke luar negeri, ada saja temannya," kata Tasya.

    Tasya mengajak masyarakat untuk belajar setinggi-tingginya juga bisa hingga ke luar negeri. Salah satunya dengan mencari beasiswa. Salah satu langkah awal untuk mencari beasiswa, kata Tasya adalah dengan mendatangi pameran-pameran beasiswa seperti Wish Festival 2020.

    Wish Festival 2020 adalah salah satu festival beasiswa di Indonesia yang akan hadir di 15 kota di Indonesia. Kegiatan ini menargetkan hingga 200 ribu peserta seluruh tanah air. Acara yang sudah dilaksanakan sejak 2018 ini mempertemukan para pencari beasiswa, lembaga pendidikan dalam dan luar negeri, kedutaan asing, pemerintah, hingga institusi yang peduli terhadap beasiswa dan pendidikan di Indonesia.

    Komite Wish Festival 2020 M Fadli mengatakan tahun ini, rangkaian acara Wish Festival akan dimulai pada 21 Maret 2020 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. "Acara ini akan diakhiri di Jakarta pada November 2020," kata Fadli.

    Serangkaian program sudah disiapkan untuk acara ini. Beberapa program yang akan ditampilkan adalah Wishing Inspiring Talk, Scholarship Super Mentor, Scholarship Preparation, Scholarship Competition, Scholarship and Education Expo, berbagai workshop dan seminar.

    Secretary General Indonesian Scholarship Network A. Adhityawarman mengatakan pada kegiatan roadshow tahun ini, para calon peserta Wish Festival 2020 diharapkan mengikuti try out secara online di https://www.wishfestival.co.id.

    Try out itu terdiri dari tes bahasa Inggris dan tes pengetahuan akademik yang biasa digunakan oleh beberapa lembaga pemberi beasiswa, salah satunya adalah President University. Adhitya mengatakan try out itu bersertifikat dan bisa digunakan untuk mendaftar beasiswa ke President University. "President University menyiapkan 100 kuota beasiswa bagi yang memenuhi kualifikasi," kata Adhit.

    Selain itu, hasil try out pun bisa menjadi referensi para peserta untuk memasuki kelas atau program yang paling pas pada Wish Festival 2020. "Jadi, peserta tidak blank lagi bila ikut program kami. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan si peserta langsung," katanya.

    Executive Director Indonesia Scholarship Center, Dewan Pembina WISH Festival Didin Nuruddin Hidayat mengatakan berdasarkan Global Competitiveness Report 2019 oleh World Economic Forum, tingkat daya saing global Indonesia menempati peringkat ke-50 dari 141 negara, dengan total skor 64,6. Peringkat ini cukup jauh di bawah beberapa negara tetangga kita, Singapura yang menempati peringkat 1, Jepang di peringkat 6, Korea Selatan di 13, dan Malaysia di urutan 27.

    Dari laporan tersebut, ditemukan beberapa indikator yang membuat peringkat Indonesia cukup rendah adalah sumber daya manusia dan ekosistem untuk berinovasi yang dinilai masih kurang kompetitif. Penelitian dari World Bank menyatakan bahwa salah satu cara terbaik untuk meningkatkan human capital adalah melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas. "Harapannya ajang Wish Festival 2020 ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia," katanya.

    Brand Manager Lokalate, Jesaya Christian mengatakan dengan tagline #SobatMelekGue, Lokalate ingin hadir sebagai teman bagi anak muda Indonesia untuk melek dalam berbagai hal sehingga dapat mengembangkan diri dan berkarya, salah satunya dengan melek pendidikan dan beasiswa. "Kami percaya bahwa pendidikan, termasuk beasiswa,
    merupakan kunci penting bagi anak muda untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kompetensi mereka," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.