Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Alasan 98 Persen Pasien Penyakit Ginjal Pilih Terapi Cuci Darah

image-gnews
Ilustrasi ginjal. webmd.com
Ilustrasi ginjal. webmd.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan bahwa prevalensi masyarakat Indonesia dengan penyakit ginjal kronik ada sebanyak 3,8 juta orang. Angka tersebut pun meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2013, yakni 2 juta orang.

Bagi seluruh pasien, menjalani terapi agar kondisi tidak semakin parah dan berakibat gagal ginjal pun pasti dilakukan. Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Aida Lydia mengatakan bahwa hemodialisis atau cuci darah menjadi pengobatan favorit masyarakat Indonesia.

“Terapi ada tiga, hemodialisis (cuci darah), peritoneal dialisis (CAPD) dan transplantasi ginjal. Tapi 98 persen masyarakat Indonesia memilih cuci darah dan 2 persen lainnya baru CAPD dan transplan,” katanya dalam acara Media Briefing Hari Kesehatan Ginjal di Jakarta pada 11 Maret 2020.

Lalu, apakah yang membuat banyak pasien memilih cuci darah daripada pengobatan jenis lainnya? Pertama dari segi informasi terkait pengobatan, dokter spesialis penyakit dalam itu mengatakan bahwa cuci darah memang sangat populer. “Dari awal, jenis pengobatan pertama adalah cuci darah. Jadi masyarakat lebih familiar untuk mengerjakan ini,” tegasnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Alasan lainnya berupa fasilitas yang bisa diakses di mana saja. Menurut Aida, terapi CAPD hanya bisa ditemui di kota besar seperti Jakarta dan Bali. Sedangkan cuci darah karena lebih lama diterapkan di Indonesia, bisa didapati hampir di seluruh rumah sakit di kota maupun daerah. “Kesulitan untuk mendapat akses terapi lain juga menjadi alasan pasien tetap memilih cuci darah,” tuturnya.

Terakhir dan tak kalah penting adalah biaya. Jika dibandingkan dengan transplantasi ginjal misalnya, uang yang dikeluarkan tentu sangat berbeda. “Transplantasi ginjal itu di atas Rp 300 juta. Kalau cuci darah, kelas C sekali datang hanya Rp 800 ribu rupiah. Kelihatan jomplang sekali perbedaan harganya,” ungkapnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Tingkatkan Ranking Kesehatan Indonesia

1 jam lalu

Ilustrasi dokter kulit memeriksa pasien. Foto: Freepik.com/Kroshka_Nastya
5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Tingkatkan Ranking Kesehatan Indonesia

Untuk tingkatkan ranking kesehatan Indonesia, ahli menyarankan untuk fokus perbaikan layanan promotif preventif.


10 Negara dengan Fasilitas Kesehatan Terbaik, Korea Selatan Termasuk

4 jam lalu

Negara dengan fasilitas kesehatan terbaik. Foto: Canva
10 Negara dengan Fasilitas Kesehatan Terbaik, Korea Selatan Termasuk

Ada 10 negara di dunia yang memiliki fasilitas kesehatan terbaik sehingga bisa menunjang keselamatan dan kesejahteraan warga negaranya.


10 Tips Meningkatkan Imunitas

16 jam lalu

Ilustrasi perempuan olahraga di gym. Foto: Freepik.com/Jcomp
10 Tips Meningkatkan Imunitas

Imunitas adalah kunci agar tubuh tetap sehat. Ikuti 10 tips ini untuk meningkatkan imunitas tubuh.


Pakar Sebut Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal

2 hari lalu

Ilustrasi minuman manis (pixabay.com)
Pakar Sebut Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal

Pakar menyebut mayoritas penderita gagal ginjal disebabkan kerap mengonsumsi minuman manis saat masih sehat.


Dampak Polusi Udara Jangka Pendek dan Panjang Bagi Kesehatan

3 hari lalu

Ilustrasi polusi udara (Pixabay.com)
Dampak Polusi Udara Jangka Pendek dan Panjang Bagi Kesehatan

Dampak polusi udara terhadap kesehatan fisik maupun mental manusia dapat dibagi menjadi dua yaitu jangka pendek dan panjang.


Amerika Serikat Berinvestasi dalam Pengelolaan Sampah di Indonesia

4 hari lalu

USAID dan Indonesia mengumumkan peluncuran program Sustainable Municipal Solid Waste Management and Partnership (USAID SELARAS) pada 7 Juli 2024. Sumber: dokumen kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta
Amerika Serikat Berinvestasi dalam Pengelolaan Sampah di Indonesia

USAID dan Indonesia bekerja sama menangani pengelolaan sampah yang menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan hidup yang signifikan, termasuk polusi


Inilah Beragam Manfaat Rutin Jalan Kaki yang Tidak Banyak Disadari

4 hari lalu

Ilustrasi jalan kaki. Telegraph.co.uk
Inilah Beragam Manfaat Rutin Jalan Kaki yang Tidak Banyak Disadari

Jalan kaki tidak hanya menyegarkan pikiran dan memperbaiki suasana hati, tetapi juga memiliki dampak positif pada berbagai aspek kesehatan tubuh kita.


Makanan Cepat Saji hingga Makanan Olahan, Inilah 5 Makanan yang Memperpendek Usia Manusia

4 hari lalu

ilustrasi makanan cepat saji (pixabay.com)
Makanan Cepat Saji hingga Makanan Olahan, Inilah 5 Makanan yang Memperpendek Usia Manusia

Daftar Makanan yang Dapat Memperpendek Usia Manusia


Inilah Daftar Makanan yang Bisa Memperpanjang Usia Manusia

4 hari lalu

Ilustrasi makanan gizi seimbang. shutterstock.com
Inilah Daftar Makanan yang Bisa Memperpanjang Usia Manusia

Berikut sembilan makanan yang dapat meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur Anda.


Begini Cara Melacak Langkah Kaki dengan Google Fit

4 hari lalu

Ilustrasi wanita berjalan kaki. Freepik.com
Begini Cara Melacak Langkah Kaki dengan Google Fit

Berikut panduan lengkap tentang cara memanfaatkan Google Fit untuk melacak langkah kaki di perangkat Android: