Ibu Jokowi Idap Kanker Tenggorokan, Kenali Penyebab Umumnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo. ANTARA/ Dhoni Setiawan

    Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo. ANTARA/ Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibunda Presiden RI Joko Widodo meninggal dunia dalam usia 77 tahun pada Rabu, 25 Maret 2020. Berdasarkan pernyataan Jokowi, sang ibu mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker. Kanker yang dimaksud adalah kanker tenggorokan.

    “Beliau sudah lama sakit kanker tenggorokan," pertegas Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono kepada wartawan.

    Melansir dari situs Health Line, kanker tenggorokan adalah masalah kesehatan yang terjadi pada jaringan di sekitar belakang hidung hingga ke pita suara. Umumnya, pasien akan mengalami batuk, perubahan suara menjadi lebih serak, sulit menelan, benjolan pada leher, hingga penurunan berat badan.

    Berbicara mengenai penyebab, sebagian besar penderita kanker tenggorokan memiliki gaya hidup kurang baik. Contohnya mengonsumsi minuman keras. Berbagai penelitian membuktikan bahwa minum alkohol di atas satu gelas per hari bisa meningkatkan risiko.

    Selain alkohol, kanker tenggorokan juga sering mengintai perokok. Melansir dari situs Medical News Today, para peneliti dari American Cancer Society mengatakan perokok berisiko 4-10 kali lebih tinggi mati akibat kanker kerongkongan dibandingkan nonperokok.

    Kondisi orang dengan penyakit bawaan gastroesophageal reflux atau GERD alias naiknya asam lambung ke kerongkongan secara abnormal juga bisa meningkatkan risiko kanker tenggorokan. Adapun, infeksi virus HPV (human papillomavirus) dan imunitas tubuh yang lemah menjadi penyebab lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.