Demi Kesehatan Jiwa, Psikiater Sarankan Kurangi Baca Berita Hoax

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi stres (pixabay.com)

    ilustrasi stres (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyarankan agar masyarakat membatasi perolehan informasi secara berlebihan dari berita-berita yang belum diketahui kebenarannya dapat membantu menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi COVID-19. "Batasi informasi yang berlebihan," kata psikiater dari PDSKJI Lahargo Kembaren dalam Konferensi Pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat 1 Mei 2020.

    Ia mengatakan masyarakat perlu membatasi diri untuk memperoleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena kecemasan, kekhawatiran bisa muncul akibat terlalu banyak menonton, membaca dan mendengar informasi secara berlebihan. "Mengambil jarak sejenak dari informasi tersebut akan baik bagi kesehatan jiwa kita," katanya.

    Kemudian, untuk menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi COVID-19, masyarakat juga perlu memilah informasi dengan memperolehnya dari sumber-sumber yang terpercaya. "Dengan membaca dari sumber yang keliru itu akan membuat kita lebih cemas, lebih khawatir dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa," katanya.

    Selanjutnya, masyarakat juga perlu mengatasi berbagai kondisi perasaan yang tidak nyaman akibat COVID-19 dengan melakukan hal-hal yang positif. "Hindarilah merokok, hindari minum alkohol atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman karena itu tidak akan menyelesaikan masalah," ujarnya.

    Apabila seseorang mengalami stres, perasaan tidak enak, ia menyarankan orang tersebut untuk segera berkonsultasi kepada profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor atau dokter. "Semua itu akan membantu kita untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat," kata dia.

    Selain itu, untuk menjaga kesehatan jiwa dan mengatasi berbagai emosi, ia juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan berbagai keterampilan yang dimiliki, contohnya dengan melakukan relaksasi dengan menarik napas. "Ini akan membuat perasaan tidak nyaman yang kita rasakan kembali membaik dan kesehatan jiwa kita bisa terjaga dengan baik," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.