Hobi Nonton Film Streaming, Pilih Gratisan atau Berbayar?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Netflix. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

    Ilustrasi Netflix. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda lebih suka menonton film secara streaming atau nonton film di bioskop? Pembatasan sosial (social distancing) karena wabah virus corona membuat masyarakat banyak mencari hiburan dengan menonton film streaming. Salah satu alasan favorit kelompok ini adalah bisa di-pause. Alasan lainnya, Anda bisa memilih sesuai judul yang Anda inginkan. Ditambah lagi tidak semua daerah memiliki bioskop.

    Untuk lebih detail, para penggemar film streaming, apakah lebih suka nonton film gratisan atau yang berbayar? Setelah indoxxi ditutup, sebenarnya ada banyak situs-situs film gratisan lain yang bisa Anda akses.

    Namun, uniknya, sebagian besar penyedia menggunakan langsung alamat hosting sebagai nama situs mereka, misalnya 204.48.22.58 atau 101.99.75.37. Hanya saja, jika Anda menggunakan mesin pencari google, alamat-alamat itu sudah tenggelam sehingga Anda perlu mencari ke ke halaman lain. Itu pun tak selalu berhasil.

    Salah satu yang menjadi fokus dari para pengguna untuk mengakses alamat-alamat tersebut adalah persoalan keamanan data. Pasalnya, pop-up yang muncul yang kemudian menghantarkan penonton untuk mengakses link situs yang tidak jelas. Bahkan, Anda juga bakal sering mengalami lacking alias ngadat karena server yang kurang mumpuni. Padahal, kondisi jaringan internet Anda baik-baik saja.

    Padahal, menonton film secara streaming konsepnya awalnya hanya memindahkan yang dulu menonton di bioskop, tetapi kini, film dihadirkan di perangkat Anda. Upaya itu, agar Anda memiliki sejumlah keuntungan seperti menghentikan film, nonton sambil makan atau minum, atau menonton film sesuai selera Anda.

    Selain itu, bila jaringan internet lancar, server pada penyedia film langganan jauh lebih mumpuni ketimbang link-link gratisan, sehingga lacking atau ngadat jarang Anda rasakan.

    Spending yang Anda keluarkan pun tak begitu besar. Katakanlah dalam setiap pekan, Anda menonton 1 film di bioskop dengan tiket Rp50.000 per film, maka dalam 1 bulan, biaya yang Anda keluarkan sebesar Rp 200 ribu.

    Nonton film secara berlangganan kini hanya sekitar Rp 49 - 169 ribu per bulan. Namun, Anda bisa menonton film sepuasnya. Bahkan untuk penyedia seperti Netflix, Anda bahkan bisa mengunduh film tersebut.

    Para penyedia internet, juga telah memiliki beragam inovasi layanan untuk mendukung nonton film secara berlangganan. PT XL Axiata Tbk. (EXCL) misalnya, menghadirkan paket XTRA Unlimited Turbo Netflix dengan banderol regular hanya Rp 50 ribu sedangkan saat ini dalam masa diskon dan hanya dipatok Rp 25 ribuan.

    Tak hanya Netflix, masih banyak aplikasi nonton berlangganan lainnya yang ada seperti iFlix, VIU dan lain-lain. Semuanya memiliki keuggulan dan kelemahan masing-masing, tergantung dengan selera konsumen dan biasanya, tergantung juga dengan tarif yang dibanderol oleh penyedia internet.

    Dengan berlangganan, penikmat film bisa sedikit lebih tenang, karena penyedia layanan memiliki standar keamanan tersendiri. Bahkan, sebagian besar penyedia layanan itu, sudah berbasis aplikasi dan memiliki keamanan yang jauh lebih baik, ketimbang akses pada link gratisan.

    Masuknya penyedia layanan film berlangganan ke dalam ekosistem android, tak hanya untuk perangkat mobile seperti smartphone, tablet, maupun PC. Anda juga bisa menikmatinya melalui TV. Kini sudah banyak di pasaran untuk smart tv berbasis android bahkan dengan harga yang cukup terjangkau. Alhasil, konsumen memiliki opsi yang lebih banyak untuk menikmati film kesayangan mereka pada berbagai perangkat yang dimilikinya.

    Bagaimana dengan ekosistem Apple? Untuk pengguna iOS memang ada aplikasi penyedia layanan film berlangganan yang tersedia seperti Netflix, iFlix maupun VIU. Sementara, bagi pengguna Mac, hanya bisa mengaksesnya melalui browser.

    Maklum saja, Apple juga memiliki produk sejenis yakni dalam paket Apple TV mereka. Berbeda dengan Netflix yang menggunakan sistem langganan bulanan, Apple TV+ yang mematok langganan bulanan per judul untuk series, atau biaya nonton atau beli per film.

    Nah, masih bertahan di film gratisan? Atau sedikit merogoH kocek seperti biaya menonton di bioskop, tapi bisa nonton sepuasnya?

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.