Awas, Sakit Kepala Bisa Jadi Gejala COVID-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin beragam saja gejala virus corona baru seiring dengan penelitian yang dilakukan sejumlah pihak. Menurut National Health Service (NHS), gejala utama virus corona adalah suhu tinggi dan batuk terus menerus.

    Gejala Covid-19 yang lebih ringan berupa flu, termasuk batuk kering dan demam ringan tidak lebih dari 37,8 ° C. Mereka yang terinfeksi mungkin sedikit lebih terengah-engah daripada biasanya ketika berolahraga karena virus ini mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan saluran udara besar.

    Namun, melansir Metro UK, sakit kepala juga menjadi gejala Covid-19 yang ringan, diiringi dengan nyeri otot, kehilangan bau serta rasa, dan kelelahan. Gejala-gejala ini biasanya mulai secara bertahap.

    Setidaknya ada 11 gejala virus corona yang dikenali oleh Centre for Diseases Control (CDC). Gejala tersebut berupa demam atau kedinginan, batuk, napas tersengal atau kesulitan bernapas, kelelahan otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, tenggorokan sakit, hidung tersumbat atau meler, mual atau muntah, dan diare.

    Jumlah kasus infeksi Covid-19 terpantau terus merangkak menghampiri 12 juta orang di seluruh dunia. Dikutip dari www.worldometers.info, jumlah kasus Covid-19 global mencapai total 11.940.258 hingga Rabu, 8 Juli 2020, pukul 07.23 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.