Pentingnya Peran Ibu dalam Mencegah Klaster Keluarga Penularan Covid-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menyusun dan menyebarluaskan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta melakukan kampanye dan sosialisasi terkait protokol kesehatan keluarga secara masif kepada masyarakat, termasuk kampanye 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. KPPPA juga terus berkolaborasi dan bersinergi dengan kementerian atau lembaga terkait untuk mendukung penguatan ekonomi keluarga sehingga dapat membantu para ibu dan perempuan mengatasi dampak sosial ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

    “Perempuan sebagai manajer keluarga sangat berperan sebagai benteng pertahanan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Saya mengajak para perempuan Indonesia untuk bersatu dan bergerak bersama untuk melewati masa sulit ini. Mari bersama lindungi perempuan dan anak Indonesia,” kata Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

    Pada aspek protokol kesehatan keluarga secara umum, tercantum beberapa panduan mulai dari penularan Covid-19 hingga cara-cara mencegah penularan. Covid-19 menular melalui percikan cairan yang berasal dari batuk atau bersin, permukaan benda yang terkontaminasi virus corona penyebab Covid-19 yang tersentuh oleh tangan kemudian tangan tersebut menyentuh area wajah, dan melalui udara, terutama pada ruangan tertutup atau berventilasi buruk.

    Cara pertama dan paling utama untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan #pakaimasker. Masker yang digunakan harus sesuai dengan standar kesehatan dan diganti setiap 4 jam atau sebelumnya ketika sudah lembab atau basah.

    Masker kain dapat digunakan berulang asalkan dicuci dengan deterjen dan disetrika, sedangkan masker sekali pakai atau masker bedah digunakan bagi anggota keluarga yang memiliki risiko. Masker bedah yang sudah digunakan harus segera didisinfeksi, dirusak, dan dibuang ke tempat sampah tertutup.

    Penggunaan masker pada balita harus di bawah pengawasan orang tua atau orang dewasa. Anak berusia di bawah 2 tahun tidak dianjurkan menggunakan masker, tetapi perlu dihindarkan dari bertemu dengan orang lain. Bila memang terpaksa, bisa menggunakan pelindung diri yang tidak mengakibatkan kesulitan bernapas seperti penutup kain atau kain gendongan.

    Selain kepada bayi berusia di bawah 2 tahun, penggunaan masker juga tidak dianjurkan bagi penderita masalah pernapasan, kelumpuhan, kehilangan kesadaran diri, dan tidak mampu melepas masker tanpa bantuan orang lain.

    Selain menggunakan masker, penularan Covid-19 juga dilakukan dengan menjaga jarak dari orang lain dan rajin #cucitanganpakaisabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Hindari kerumunan baik di dalam maupun di luar rumah bersama dengan orang lain.

    Pengurangan risiko tertular Covid-19 juga bisa melalui peningkatan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga fisik minimal 30 menit sehari, istirahat cukup, mengelola stres, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, mandi dua kali sehari dan setelah bepergian, dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah.

    *Ini adalah artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Staf Khusus Edhy Prabowo yang Terjerat Korupsi

    Dua Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi simpul utama dalam kasus dugaan korupsi.