Penyintas COVID-19 Diminta Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Reporter

Beberapa prajurit TNI AD melakukan donor darah di area Markas Kesehatan Daerah Militer (Makesdam) Udayana, di Denpasar, Bali, Jumat 11 Desember 2020. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak penyintas COVID-19 untuk menjadi pendonor plasma konvalesen untuk mempercepat penyembuhan para pasien terkonfirmasi positif yang masih dalam perawatan.

"Pasien positif COVID-19 yang menerima donor plasma konvalesen ini tingkat kesembuhannya mencapai 95 persen sehingga bisa menjadi solusi sebelum adanya vaksin," kata Sekretaris Jendral PMI Pusat, Sudirman Said.

Menurutnya, hingga saat ini PMI sudah menerima sekitar 2.100 pendonor plasma konvalesen yang langsung didistribusikan ke sejumlah daerah, khususnya zona merah, untuk diberikan langsung kepada pasien COVID-19. Hingga saat ini sudah ada 18 unit donor darah (UDD) PMI yang bisa melayani pendonor plasma konvalesen. Tentunya, UDD tersebut sudah berstatus pembuat obat bersertifikat (POB).

Dengan tingkat kesembuhan mencapai 95 persen, permintaan donor plasma konvalesen ini sangat tinggi dari keluarga pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Namun demikian, karena sifatnya donor, pihaknya tidak memiliki persediaan plasma karena setelah mendapatkan pendonor maka langsung didistribusikan. Karena itu, pihaknya menyarankan agar keluarga dari pasien COVID-19 bisa mencari sendiri calon pendonor plasma konvelesen tersebut. Tetapi, bukan berarti seluruh penyintas COVID-19 bisa menjadi pendonor plasma konvalesen karena akan diperiksa dulu tingkat kesehatannya, apakah memiliki penyakit penyerta atau tidak.

"Sama halnya donor darah, pendonor dan penerima donor plasma harus sesuai dengan golongan darahnya sehingga akan dilakukan pemeriksaan terlebih dulu," tambahnya.

Sudirman mengatakan terapi plasma konvalesen ini bisa menjadi solusi sebelum vaksin COVID-19 didistribusikan kepada masyarakat. Tapi, yang menjadi kendala adalah keterbatasan jumlah pendonor.

Untuk itu, ke depannya pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah dalam penyediaan database para penyintas COVID-19 dan kebutuhan lainnya agar jumlah pendonor bisa meningkat untuk memenuhi kebutuhan.

Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Arifin M. Hadi, mengatakan belum lama ini pihaknya sudah duduk bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membahas donor plasma konvelesen. Ke depannya, PMI bersama BNPB akan membentuk platform terkait donor plasma tersebut.

Langkah ini sebagai upaya kuratif pihaknya dalam melakukan penanggulangan COVID-19 di Indonesia sehingga ketersediaan database penyintas COVID-19 sangat dibutuhkan, baik dari Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 maupun dari rumah sakit rujukan. Selain itu, pihak rumah sakit pun bisa ikut mensosialisasikan kepada pasien maupun penyintas COVID-19 tentang pentingnya donor plasma konvalesen ini.

"Tidak kalah pentingnya kami pun meminta kepada kementerian terkait agar saat pendistribusian plasma konvalesen ini pihak bea cukai tidak membongkarnya karena dikhawatirkan akan terjadi kerusakan atau menurunkan kualitasnya," katanya.

*Ini adalah konten kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.






Penutupan RSDC Wisma Atlet Kemayoran dan Kilas Balik Kasus Covid-19 Pertama di Indonesia

27 hari lalu

Penutupan RSDC Wisma Atlet Kemayoran dan Kilas Balik Kasus Covid-19 Pertama di Indonesia

Per 1 Januari 2023, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran resmi ditutup bertahap. Ini kilas balik kasus Covid-19 pertama di Indonesia.


Wisma Atlet Kemayoran Ditutup Bertahap, Kilas Balik Menjadi RSDC Nyaris 3 Tahun Lalu

28 hari lalu

Wisma Atlet Kemayoran Ditutup Bertahap, Kilas Balik Menjadi RSDC Nyaris 3 Tahun Lalu

Per 1 Januari 2023, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran resmi ditutup bertahap. Sudah hampir 3 tahun beroperasi sebagai RSDC.


Covid-19 Ditanggung BPJS Kesehatan Usai PPKM Berakhir, YLKI: Harus Ada Kepastian Hukum

29 hari lalu

Covid-19 Ditanggung BPJS Kesehatan Usai PPKM Berakhir, YLKI: Harus Ada Kepastian Hukum

Pasien Covid-19 akan ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir.


Setelah Jokowi Cabut PPKM, Pembiayaan Pasien Covid-19 Mengacu Sistem INA-CBGs, Apa itu?

29 hari lalu

Setelah Jokowi Cabut PPKM, Pembiayaan Pasien Covid-19 Mengacu Sistem INA-CBGs, Apa itu?

Sistem INA-CBGs menjadi metode yang ditetapkan dalam pengobatan pasien Covid-19 setelah Jokowi setop PPKM. bagaimana mekanismenya?


Nol Pasien Covid-19, Wisma Atlet Resmi Ditutup Mulai Hari Ini

31 hari lalu

Nol Pasien Covid-19, Wisma Atlet Resmi Ditutup Mulai Hari Ini

Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau RSDC Wisma Atlet Kemayoran resmi ditutup bertahap mulai hari ini, Sabtu, 31 Januari 2022.


Sering Terinfeksi COVID-19, Risiko Kematian Semakin Besar

41 hari lalu

Sering Terinfeksi COVID-19, Risiko Kematian Semakin Besar

Pakar menyebut risiko kematian semakin membesar kalau terlalu sering tertular COVID-19 karena dapat mengganggu fungsi sejumlah organ tubuh penting.


Enam Kasus Covid-19 XBB Terdeteksi di Jawa Tengah, Ganjar: Perketat Prokes

10 November 2022

Enam Kasus Covid-19 XBB Terdeteksi di Jawa Tengah, Ganjar: Perketat Prokes

Temuan tersebut berdasarkan hasil tes whole genome sequencing atau WGS terhadap sampel dari pasien positif Covid-19.


Kasus Positif Melonjak, Ini Obat Corona yang Sudah Tersedia

7 November 2022

Kasus Positif Melonjak, Ini Obat Corona yang Sudah Tersedia

Sejumlah obat corona untuk pasien bergejala ringan hingha sedang telah masuk ke Indonesia.


Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Pemerintah Ingatkan Kemunculan Subvarian XBB

27 Oktober 2022

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Pemerintah Ingatkan Kemunculan Subvarian XBB

Kasus Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir ini meningkat. BOR nasional juga ikut naik, diduga akibat varian Omicron XBB.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

26 September 2022

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.