Benarkah Stres Bikin Berat Badan Gampang Naik? Pakar Beri Jawaban

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi stres (pixabay.com)

    ilustrasi stres (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang beranggapan berat badan orang stres lebih mudah naik dan lebih sulit turun. Begitu hasil sebuah penelitian di Inggris dan dimuat di jurnal Obesity.

    Para ilmuwan menggunakan rambut sebagai alat untuk mengukur kadar hormon kortisol jangka panjang.

    “Ketika orang-orang menghadapi situasi yang bikin stres, rangkaian reaksi pun terjadi pada tubuh akibat terlepasnya hormon kortisol yang semakin banyak,” jelas peneliti Sarah Jackson dari University College London.

    “Kortisol terlibat dalam banyak rentetan proses biologi, termasuk metabolisme, komposisi tubuh, dan penumpukan lemak tubuh. Ketika stres, kita akan merasa sulit mendapatkan motivasi untuk berolahraga dan menghindari makanan cepat saji,” tambah Jackson, seperti dilansir Foxnews.

    ADVERTISEMENT

    Penelitian sebelumnya telah menemukan kadar kortisol tinggi pada darah, urine, dan liur, yang menyebabkan obesitas. Tapi, menurut Jackson dan timnya, kadar yang dihitung dari ketiga macam cairan tersebut tak bisa bersifat lama dan tidak bisa menjadi ukuran stres jangka panjang.

    Untuk penelitian ini, tim Jackson mempelajari kumpulan data dari laki-laki dan perempuan berusia 54 tahun ke atas. Mereka diminta untuk melakukan tes setiap dua tahun dengan menyediakan sampel rambut.

    Para peneliti mengukur kadar kortisol pada 2 sentimeter rambut yang berada paling dekat ke kulit kepala dan juga mengamati berat badan para peserta penelitian. Seorang dokter yang tidak terlibat dalam penelitian menyatakan hasil tersebut sudah cukup untuk mengaitkan stres dan obesitas.

    “Saya kira memang tidak ada bukti kuat atau penelitian yang konsisten mengenai berkurangnya stres juga berdampak pada berkurangnya berat badan. Yang ada adalah bukti pentingnya tidur karena kurang istirahat menyebabkan orang makan berlebihan,” tutur Dr. Susan Fried dari Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai di New York, Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?