Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pasien Covid-19

Reporter

Ilustrasi makanan sehat (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pemulihan Covid-19, penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satunya melalui makanan. Perlu diketahui makanan apa pun yang meningkatkan tingkat stres oksidatif atau menghambat sistem kekebalan tubuh bekerja secara sehat tidak boleh dikonsumsi.

Idealnya, seperti halnya penyakit lain, waktu pemulihan adalah ketika orang harus mengonsumsi makanan bergizi, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian yang sehat, dan bahan-bahan makanan lain yang meningkatkan kekebalan. Dilansir dari Times of India, makanan kaya antioksidan harus dimasukkan ke dalam daftar yang harus dikonsumsi, selain makanan dengan protein tinggi untuk pemulihan lebih cepat.

Pastikan juga tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan, minuman manis, atau makanan asin, yang tidak hanya buruk bagi kesehatan tetapi juga bisa menurunkan kekebalan tubuh dan memicu peradangan yang tinggi. Jika mengalami gejala pernapasan akut, seperti sesak napas, batuk parah, minum teh yang menenangkan dan kacang-kacangan yang dapat membantu meredakan.

Sementara itu menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hindari makan di luar dan pilih makan di rumah untuk mengurangi tingkat kontak dengan orang lain dan menurunkan kemungkinan terpapar atau menularkan Covid-19. Sebaiknya jaga jarak setidaknya 1 meter dengan yang batuk atau bersin. Hal itu tidak selalu memungkinkan dalam lingkungan sosial yang ramai seperti restoran dan kafe.

Percikan virus dari orang yang terinfeksi dapat mendarat di permukaan dan tangan orang, misalnya pelanggan dan staf, dan dengan banyak orang yang datang dan pergi, Anda tidak dapat mengetahui apakah tangan dicuci secara teratur dan permukaan dibersihkan dan didisinfeksi dengan cukup baik. Menurut artikel di thegourmetjournal, ada beberapa makanan yang harus dihindari berikut ini.

Baca juga: 7 Makanan dengan Kandungan Potasium Lebih Tinggi dari Pisang

Mengandung banyak garam
Peradangan dapat menjadi faktor risiko dalam hal keparahan virus dan konsumsi garam yang berlebihan dapat memperburuk peradangan pembuluh darah. WHO merekomendasikan kita mengonsumsi kurang dari 5 gram garam setiap hari, yang dapat dicapai dengan menyiapkan dan mengonsumsi makanan segar.

Tinggi gula
Meminimalkan konsumsi gula juga dapat membantu mengurangi peradangan. Seringkali makanan yang terbuat dari gula sederhana hanya menawarkan kalori kosong. Artinya makanan tersebut tidak memberikan nilai gizi apa pun. Selain itu, American Journal of Clinical Nutrition menyatakan gula olahan dapat meningkatkan sekresi sitokin yang pada gilirannya menyebabkan peradangan. Jika ingin makan sesuatu yang manis, kita harus mencoba dan beralih ke buah daripada makanan olahan dengan kadar gula rafinasi yang tinggi.

Tinggi lemak
Lemak, khususnya yang jenuh, merupakan elemen lain yang dapat meningkatkan peradangan, mengingat lemak jenuh menyebabkan peradangan pada jaringan lemak. Oleh karena itu, konsumsi lemak jenuh tidak boleh melebihi 10 persen dari asupan kalori harian. Alih-alih mengonsumsi lemak jenuh, yang ditemukan dalam keju dan daging merah, konsumsi lemak harus didasarkan pada lemak yang lebih sehat, seperti telur, ikan berlemak, kacang-kacangan, dan alpukat.

Masih belum ada rekomendasi resmi terkait merancang pola makan untuk melindungi dari COVID-19. Namun, kita dapat mengikuti pedoman ini untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.






Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

2 jam lalu

Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

Kuba telah memulihkan listrik di sebagian besar wilayah Havana setelah dikacau oleh badai Ian.


Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

3 jam lalu

Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

Hal yang perlu dilakukan setelah makan adalah tetap bergerak, tetapi tidak melakukan gerakan intens atau berlebihan.


Makanan Sehat Ini Dianggap Buruk jika Dikonsumsi Setelah Berolahraga

7 jam lalu

Makanan Sehat Ini Dianggap Buruk jika Dikonsumsi Setelah Berolahraga

Karbohidrat dan protein adalah nutrisi yang diperlukan untuk pemulihan pasca-olahraga.


Mengapa Makanan di Restoran Terasa Lebih Enak?

8 jam lalu

Mengapa Makanan di Restoran Terasa Lebih Enak?

Dari pengalaman hingga peralatan, ada beberapa alasan yang membuat makanan restoran terasa lebih lezat daripada di rumah.


Ketahui Sindrom Frey, Sebab Berkeringat Ketika Makan

10 jam lalu

Ketahui Sindrom Frey, Sebab Berkeringat Ketika Makan

Kondisi ini pertama kali dilaporkan dalam literatur medis yang ditulis Baillarger pada 1853. Inilah sindrom frey, berkeringat ketika makan.


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

14 jam lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Mengenal Kalori Kosong, Terdapat dalam Jenis Makanan Apa Saja?

17 jam lalu

Mengenal Kalori Kosong, Terdapat dalam Jenis Makanan Apa Saja?

Semakin lama semakin banyak orang yang mengonsumsi makanan modern atau cepat saji. Padahal, makanan tersebut mengandung lebih banyak kalori kosong.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

2 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

2 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


4 Asupan yang Tinggi Purin

2 hari lalu

4 Asupan yang Tinggi Purin

Asam urat terbentuk ketika purin dipecah dalam sistem pencernaan