Metode Sunat Aman di Usia Dewasa

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi khitan dewasa. TEMPO/Wahyurizal Hermanuaji

    Ilustrasi khitan dewasa. TEMPO/Wahyurizal Hermanuaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Sunat diartikan sebagai tindakan pemotongan kulit yang menutupi kepala penis dan umumnya dilakukan saat anak-anak. Tetapi, kini sudah banyak laki-laki dewasa yang melakukannya.

    Pria dewasa sudah tidak malu-malu lagi mengungkapkan keinginan untuk disunat. Saat ini, semakin banyak yang menyadari khitan atau sunat bukan lagi sekedar menjalankan ajaran agama tetapi juga untuk kesehatan.

    Aktor dan komika Marshel Widianto salah satu orang yang baru disunat saat memasuki usia 23 tahun. Meski bukan Muslim, dia menyadari sunat penting untuk kesehatan, terutama menjaga kebersihan penis. Apalagi sunat juga dianjurkan Organisasi Kesehataan Dunia (WHO) karena prosedur tersebut dapat mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual, antara lain Human papillomavirus (HPV) dan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), serta dapat mencegah penyakit seperti kanker penis.

    Sementara itu, Rizki dalam Channel Youtube BRIZ Entertainment juga mengaku sudah lama ingin disunat. Namun, dia masih mencari informasi apakah disunat pada usia dewasa itu sulit dan sakit. Terlebih saat ini sudah memasuki usia 30 tahun.

    Namun, setelah melihat pengalaman temannya, Marshel, dan ternyata baik-baik saja, Rizki pun memantapkan diri untuk disunat. Seperti halnya Marshel, Rizki memilih untuk disunat dengan metode Gun Stapler yang memang direkomendasikan untuk pria dewasa.

    Ukuran Gun Stapler berbeda-beda tergantung ukuran penis. Itu sebabnya alat ini hanya untuk sekali pakai. Rizki menjelaskan Gun Stapler ini berbentuk seperti pistol dengan badan seperti bel atau lonceng yang disebut glans bell. Terdiri dari knop, glans bell, pelatuk, dan pisau bedah.

    Loncengnya terdiri dari dua bagian. Bagian dalam berfungsi untuk melindungi ujung penis, sedangkan bagian luar untuk memotong kulup.

    “Stapler berguna untuk menutup luka sehabis sunat dan menghentikan perdarahan. Tidak ada proses penjahitan. Dengan distapler, kulit tertutup dan darah relatif minim keluar. Ternyata tidak seseram yang dibayangkan, rasanya kayak digigit semut,” jelasnya.

    Baca juga: Jangan Cemas Sunat Anak kala Pandemi COVID-19, Dokter: Aman

    Sementara itu, dr. Husain dari Rumah Sunat dr. Mahdian mengatakan metode Gun Stapler menggunakan stapler sebagai pengganti benang jahit di sekeliling ujung penis.

    “Penggunaan metode sunat terbaru untuk orang dewasa ini cukup mudah, cepat, dan aman. Metode sunat dewasa dengan gun stapler menggabungkan metode memotong sekaligus menjahit,” jelasnya.

    Dibandingkan dengan metode khitan konvensional, metode gun stapler ini membutuhkan waktu yang lebih singkat, sekitar 10-15 menit. Risiko terjadinya komplikasi seperti bengkak atau luka yang terbuka kembali setelah operasi lebih sedikit dibandingkan sunat konvensional.

    “Namun, tetap saja bergantung pada praktisi sunatnya. Karena itu, harus diingat sunat pada pria dewasa harus dilakukan oleh dokter yang profesional dengan menggunakan alat yang sudah terstandar dan aman. Tindakan sirkumsisi pada pria dewasa butuh penanganan khusus, tidak semudah pada anak-anak," katanya.

    Kesalahan saat mengkhitan dapat menimbulkan komplikasi, seperti perdarahan, infeksi, penis terasa nyeri bila ereksi, kulit yang dibuang terlalu banyak. Terlebih, pembuluh darah pada penis orang dewasa lebih besar sehingga rentan mengalami perdarahan.

    Metode sunat dengan Gun Stapler sudah banyak digunakan, terutama pada remaja dan dewasa. Diperkirakan sebanyak 1,5 juta orang memilih sunat model terbaru ini karena memiliki berbagai kelebihan. Di sejumlah negara, seperti Turki dan Cina, sudah mempraktikkan sunat dengan alat tersebut.

    Dengan metode Gun Stapler, pria dewasa tidak perlu takut jahitan lepas saat ereksi. Pria normalnya biasanya mengalami ereksi spontan di pagi hari. Staples yang terbuat dari logam titanium ini akan melekat erat di area kulit kepala penis yang dipotong dengan jarak yang rapat. Jika pun pria ereksi, ia akan tetap menempel.

    Proses penyembuhan juga sebentar dan tidak mengganggu aktivitas. Stapler dapat terjatuh dengan sendirinya dalam waktu 10-20 hari. Yang terpenting adalah metode ini sekali pakai. Jadi satu pasien satu alat sehingga dapat membantu mencegah risiko kontaminasi silang virus atau bakteri penyebab penyakit dari pasien lain. Namun, Hussain mengingatkan pasien sunat dewasa disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama sebulan setelah sunat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.