Masih Pandemi, Waktunya Tepat Belajar Bahasa Asing dari Platform Digital

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Platform Digital Lister/Lister

    Ilustrasi Platform Digital Lister/Lister

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi adalah kesempatan untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya melalui platform digital. Tak terkecuali untuk belajar bahasa asing. Banyak platform digital yang menawarkan fasilitas belajar bahasa asing, salah satunya Lister. “Mampu berkomunikasi dengan bahasa asing adalah salah satu persyaratan penting untuk mendukung karier, bisnis, maupun pendidikan seseorang. Kemampuan bersaing secara global ini bisa membawa bangsa Indonesia untuk lebih maju ke depannya,” ujar CEO Lister Sigit Arifianto dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 25 Februari 2021.

    Seluruh pembelajaran Lister dilaksanakan secara online melalui puluhan akun Zoom premium dan platform belajar seperti Google Classroom. Kurikulum yang ada di Lister juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Materi yang diberikan pun didapatkan dari berbagai referensi berstandar internasional seperti CEFR. Dengan demikian, ada kesempatan yang lebih besar akan penguasaan bahasa asing yang lebih tepat, sesuai kebutuhan, dan berkualitas. Berbagai pilihan kelas bahasa asing tersedia di Lister seperti Inggris, Korea, Jerman, Prancis, Arab, Turki, dan Jepang. Selain itu, ada berbagai program yang ditawarkan di Lister untuk segala usia dan kebutuhan. Mulai dari test preparations seperti IELTS, TOEFL, GMAT, GRE, maupun SAT, Scholarship Mentoring, Academic Writing, Pelatihan Jurnal Ilmiah, Speaking, Academic English, serta English for Kids and Teens.

    Baca: 10 Tips yang Membantu Mempelajari Bahasa Asing dengan Cepat

    Bagi Sigit, mengajar di Papua sangat membekas baginya. Ia merasa tinggal di Papua seperti berada di dunia yang berbeda. Orang-orang di tempat itu sangat baik dan menyambutnya dengan ramah. Saat di Papua juga, ia mengajarkan anak-anak sekolah untuk mengukir cita-cita mereka. Para pelajar itu sangat antusias memikirkan masa depan mereka terlepas dari berbagai keterbatasan yang ada. "Hal itu membuatku bermimpi untuk mewujudkan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia tanpa terbatas ruang dan waktu," kata Sigit.

    ADVERTISEMENT

    Sepulang mengajar dari Papua aku mencetuskan Listerclub pada 2019, komunitas yang fokus memberikan akses pembelajaran Bahasa Inggris secara gratis. Misi listerclub ingin memberikan kesempatan-kesempatan untuk anak-anak muda Indonesia agar sama seperti orang di luar sana yang memiliki kesempatan, mimpi dan sumber daya yang sama. Kesempatan yang sama agar bisa tumbuh dan mengejar mimpi mereka di era globalisasi. "Di listerclub kami mengundang anak-anak muda berprestasi dan lulusan luar negeri yang memiliki visi sosial untuk menjadi mentor karena kami percaya untuk sukses perlu mentor yang menunjukkan jalan plus pengalaman menjadi guru membuat saya sadar guru adalah kunci utama pendidikan berkualitas. Mentor ini harapannya tidak hanya mengajar tapi juga menginspirasi," katanya.

    Namun karena bentuknya komunitas bahasa asing, Sigit mengatakan, timnya memiliki keterbatasan untuk bergerak untuk memberikan dampak yang jangka panjang sehingga pada 2020 ia mendirikan lister.co.id. Hadirnya Lister diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mengatasi sejumlah masalah di sektor pendidikan Indonesia yaitu keterbatasan akses terhadap pengajar berkualitas. "Dalam jangka panjang, Lister berambisi untuk menjadi super app di bidang pendidikan di Indonesia," kata Sigit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.