3 Sebab Gigi Berlubang, Perlu Cabut Gigi?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pasien sedang menerima fasilitas tambal gigi gratis dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2016 di Rumah Sakit Kedokteran Gigi Dr. Sutomo, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 29 September 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    Seorang pasien sedang menerima fasilitas tambal gigi gratis dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2016 di Rumah Sakit Kedokteran Gigi Dr. Sutomo, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 29 September 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Gigi berlubang merupakan tanda paling nyata, bahwa gigi tidak sehat. Banyak yang mengira penyebab gigi berlubang karena ulat dan banyak yang meyakini setelah ulat-ulat itu keluar maka sakit gigi hilang.

    Tanpa disadari gigi berlubang bisa terjadi karena adanya plak yang berasal dari sisa-sisa makanan yang mengandung gula, roti, sereal, susu, minuman ringan, atau pun permen. Kemudian diubah bakteri alami dalam mulut menjadi bakteri yang menyebabkan sakit gigi belakang hari.

    Banyak hal yang menyebabkan sakit gigi, masalah yang sering terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang manis atau asam dan karena mulut yang kering.

    Bertambahnya usia, penggunaan rutin obat-obatan, suplemen, vitamin atau produk herbal yang mengandung gula bisa menjadi penyebab sakit gigi. Dan, yang paling sering terjadi yaitu jarang menyikat gigi atau membersihkannya. Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride atau senyawa yang umumnya terkandung dalam pasta gigi berfungsi untuk merawat kesehatan serta mencegah kerusakan pada gigi.

    Baca: Kiat Mencegah Gigi Berlubang Dengan Minyak Wijen dan Lidah Buaya

    Bagaimana mengatasi gigi berlubang? Berikut beberaoa caranya: 
    1. Filling atau tambal gigi merupakan tindakan yang paling umum dilakukan dalam mengatasi gigi berlubang. Tindakan yg akan dilakukan dokter terlebih dahulu yaitu akan menggunakan bor untuk membuang bagian gigi yang rusak. Gigi yang sudah dibuang bagian rusaknya kemudian ditambal dengan bahan-bahan khusus, seperti komposit resin, porselen, emas, atau perak.
    2. Crown atau kurung gigi biasanya dipilih untuk mengatasi kerusakan yang lebih parah atau pada pasien yang memiliki kondisi gigi yang lemah. Crown adalah tindakan pemasangan mahkota gigi palsu di atas gigi yang rusak.
    4. Cabut gigi. Tindakan ini biasanya dilakukan ketika kerusakan akibat gigi berlubang yang terjadi sudah parah dan tidak dapat dipulihkan lagi. Pemasangan gigi palsu atau implan gigi menjadi solusi untuk mengisi celah bekas gigi yang dicabut.

    ASMA AMIRAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.