Tips Sukses, Perlu Kemampuan Untuk Bisa Bangkit dan Beradaptasi di Situasi Sulit

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria sukses. shutterstock.com

    Ilustrasi pria sukses. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tantangan kehidupan tak bisa diprediksi. Berbagai kondisi menjadi pemicunya, termasuk yang terjadi di Indonesia, seperti tekanan ekonomi, kerentanan kesehatan, dan bencana alam. "Tak terkecuali, pandemi COVID-19 yang memberi dampak masif pada berbagai aspek hidup masyarakat. Karenanya, penting bagi setiap individu untuk memiliki daya juang tinggi dan mampu sabar menikmati proses untuk menjalani segala tantangan,” kata Brand Manager Mi ABC Selera Pedas Anggi Toruan dalam konferensi pers peluncuran Kampanye Pesta Hadiah Emas (Pedas) #SabarItuEmas 31 Maret 2021.

    Psikolog klinis dan penulis buku The Happy Therapy Book Tara de Thouars, menjelaskan bahwa bicara soal daya juang dan kesabaran menghadapi tantangan, tak bisa dilepaskan dari bahasan resiliensi diri. Resiliensi diri adalah kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi ketika berada dalam keadaan sulit. Ketika menghadapi tantangan, setiap individu bisa memilih untuk menyerah – bahkan menyalahkan keadaaan, atau bertahan – yakni menjalaninya dengan sabar. "Hanya pribadi dengan resiliensi diri tinggi yang mampu untuk bertahan hingga akhirnya meraih kesuksesan. Agar bisa membangun resiliensi diri itulah, seseorang harus memiliki daya juang, yang di dalamnya kuat mengandung unsur kegigihan untuk mencoba berbagai cara,” katanya.

    Baca: Daya Juang Kevin / Marcus Dinilai PBSI Menurun, Benarkah?

    Riset yang dilakukan oleh peneliti dari University of Pennsylvania memperlihatkan bahwa kalangan yang memiliki resiliensi diri, lebih cenderung meraih sukses. Studi serupa juga mencantumkan hasil tes yang menunjukkan bahwa orang dengan resiliensi diri mendapatkan skor tinggi hingga 96 persen dalam hal kegigihan. Sebaliknya, mereka yang tidak resilient hanya mendapatkan skor rendah hanya 49 persen.

    Pentingnya daya juang dalam menghadapi tantangan juga dirasakan oleh Bintang Emon. Berangkat dari nol, Bintang kini dikenal luas tak hanya sebagai komedian (profesi yang membesarkan namanya) tetapi juga digital influencer yang berpengaruh dan aktor. Bahkan, ia juga sosok yang paling dicari di Google sepanjang 2020. “Saya bersyukur sedikit demi sedikit bisa mewujudkan cita-cita dan mimpi. Untuk mencapainya, siapa bilang gampang? Saya harus memulai benar-benar dari bawah, dari diejak teman, dianggep tidak lucu, bahkan sampai mendapatkan kabar yang kurang menyenangkan! Saya selalu meyakini, kegigihan itu kuncinya. Artinya, saya harus memiliki daya juang tinggi,” kata Bintang Emon.

    Konferensi pers peluncuran Kampanye Pesta Hadiah Emas (Pedas) #SabarItuEmas 31 Maret 2021

    “Bukan itu saja. Saat menjalani tantangan, daya juang mutlak perlu didukung oleh kesabaran menikmati proses. Keduanya menjadi kunci yang membuat kita lebih fokus pada sisi positif dan menjauhkan kita dari keinginan menyerah hingga akhirnya keberhasilan tercapai. Nah, itulah “emas” kita!” lanjutnya.

    Mi ABC Selera Pedas, selaku brand asli Indonesia dari PT ABC President Indonesia, menggagas Kampanye Pesta Hadiah Emas (PEDAS) #SabarItuEmas untuk mendorong masyarakat agar berdaya juang tinggi dan mampu sabar menikmati proses guna meraih pencapaian emas. Melalui inisiatif ini, masyarakat berkesempatan mendapatkan hadiah langsung, mulai uang tunai hingga emas murni sebesar 100 gram. Menggandeng pesohor Bintang Emon, Mi ABC Selera Pedas menggelar kampanye sepanjang 1 Maret sampai dengan 31 Mei 2021 dan berlaku di seluruh penjuru Nusantara.

    Spirit Bintang Emon tersebut menumbuhkan semangat masyarakat Indonesia agar memiliki daya juang tinggi dan mampu sabar menikmati proses guna meraih pencapaian emas. “Lewat Kampanye Pesta Hadiah Emas #SabarItuEmas, Mi ABC Selera Pedas ingin menumbuhkan semangat positif tersebut di tengah masyarakat agar mereka semakin terinspirasi untuk meraih keberhasilan diri, atau pencapaian emas mereka,” kata Anggi Toruan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H