9 Tanda Awal Diabetes Tipe 2 yang Tak Boleh Diabaikan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diabetes tipe 2 atau diabetes melitus terjadi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau menolak insulin. Insulin adalah hormon yang membantu gula (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

    Munculnya diabetes tipe 2 bisa bertahap dan gejala bisa ringan selama tahap awal. Akibatnya, banyak orang mungkin tidak menyadari mengalami diabetes tipe 2. Dilansir dari Medical News Today, berikut sembilan tanda awal diabetes tipe 2 yang perlu diketahui.

    Sering buang air kecil
    Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal mencoba membuang kelebihan gula dengan menyaringnya keluar dari darah. Hal ini dapat menyebabkan orang lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

    Sering haus
    Sering buang air kecil untuk menghilangkan kelebihan gula dari darah dapat menyebabkan tubuh kehilangan air tambahan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat orang merasa lebih haus dari biasanya.

    Selalu lapar
    Penderita diabetes sering tidak mendapatkan cukup energi dari makanan. Sistem pencernaan memecah makanan menjadi gula sederhana yang disebut glukosa, yang digunakan tubuh sebagai bahan bakar. Pada penderita diabetes, glukosa ini tidak cukup bergerak dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Akibatnya, penderita diabetes tipe 2 sering merasa lapar terus-menerus, terlepas dari seberapa baru mereka makan.

    Sangat lelah
    Diabetes tipe 2 dapat berdampak pada tingkat energi dan menyebabkan sangat lelah. Kelelahan ini terjadi akibat kurangnya gula yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

    Ilustrasi lelah. shutterstock.com

    Penglihatan kabur
    Kelebihan gula dalam darah bisa merusak pembuluh darah kecil di mata. Hal ini dapat menyebabkan penglihatan kabur. Penglihatan kabur ini bisa terjadi di salah satu atau kedua mata serta datang dan pergi. Jika hal ini didiamkan saja, kerusakan pada pembuluh darah bisa menjadi lebih parah dan akhirnya kehilangan penglihatan permanen.

    Luka lama sembuh
    Kadar gula yang tinggi dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah tubuh, yang dapat mengganggu sirkulasi darah. Akibatnya, luka kecil pun bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk sembuh. Penyembuhan luka yang lambat juga meningkatkan risiko infeksi.

    Kesemutan, mati rasa, atau nyeri
    Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh. Pada penderita diabetes tipe 2, hal ini dapat menyebabkan nyeri atau sensasi kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati dan dapat memburuk seiring waktu dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius jika tidak mendapatkan pengobatan untuk diabetes.

    Bercak kulit gelap
    Bercak kulit gelap yang terbentuk di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan juga dapat menandakan risiko diabetes yang lebih tinggi. Bercak ini mungkin terasa sangat lembut dan seperti beludru.

    Gatal dan infeksi jamur
    Kelebihan gula dalam darah dan urin menyediakan makanan untuk jamur, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi jamur cenderung terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, area genital, dan ketiak dan menjadi tanda awal diabetes.

    Baca juga: Waspadai Gejala Berikut, Bisa Jadi Anda Kena Diabetes


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H