Yang Perlu Diketahui soal Alergi ketika Olahraga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita olahraga. Freepik.com

    Ilustrasi wanita olahraga. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Alergi umum terjadi di semua kelompok umur dan lokasi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine, hasil kolaborasi penelitian yang dilakukan oleh Komarow Hirsh dan Postolache Teodor, mencatat alergi mempengaruhi 20 hingga 40 juta orang setiap tahun di Amerika Serikat, termasuk 10-30 persen orang dewasa dan hampir 40 persen anak-anak.

    Dari sekian banyak alergi yang dialami oleh pasien, lebih dari 50 persen alergi kambuhan disertai asma. Salah satu reaksi umum yang disebabkan oleh alergi adalah hidung tersumbat, yang dapat berdampak pada kemampuan seseorang untuk tampil secara atletis dalam jangka waktu yang lama.

    Olahraga juga dapat memperburuk gejala asma, yang meliputi sesak, batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Bahkan, individu yang biasanya tidak menderita asma dapat menjadi korban asma akibat alergi yang terjadi saat berolahraga.

    Hal serupa juga terjadi pada atlet atau pecinta olahraga. Khusus untuk atlet, mereka lebih rentan mengalami gejala alergi yang signifikan yang dipicu oleh paparan aeroalergen. Respon alergi menyebabkan hidung dan saluran pernapasan tersumbat, kesulitan bernapas, kelelahan, dan perubahan suasana hati yang kemudian mempengaruhi performa atletis. Bahkan, pada beberapa kasus alergi tidak hanya dapat mengganggu prestasi tapi juga berakhir dengan kematian.

    Untuk itu, kita harus mengenali terlebih dulu apa yang terjadi pada tubuh saat alergi. Spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran Jakarta, dr. Michael Triangto, menjelaskan alergi disebabkan oleh alergen yang kontak dengan tubuh, baik melalui kulit, oral, injeksi, dan alergen tersebut menyebabkan tubuh memutuskan untuk membentuk anti terhadap alergen tersebut.

    "Akibatnya akan tercetuslah proses peradangan yang dapat bermanisfestasi dalam bentuk kemerahan pada kulit, bengkak, gatal, sakit, sesak dan pada beberapa kasus akan menimbulkan efek lepuh pada kulit," jelas Michael.

    Michael menambahkan bila pembengkakan tersebut terjadi pada mukosa saluran pernapasan dapat menyebabkan sesak akibat penyempitan dari jalan napas yang bila tidak tertangani dengan tepat dapat berpotensi menimbulkan kematian. Bila terjadi lepuh pada kulit telapak kaki tentunya dapat menggangu aktivitas latihan olahraga.

    Lalu, mengapa sebelumnya tubuh tidak mengalami gangguan terhadap alergen dan kini menjadi sensitif? Menurut Michael, penyebabnya tubuh yang awalnya tidak memberikan respons pada alergen yang masuk. Namun, seiring dengan intensnya paparan alergen dan kondisi tubuh, maka lama kelamaan akan menimbulkan keluhan yang nyata.

    "Pada sejumlah orang, jenis olahraga di luar ruangan sering menimbulkan alergi, terutama pada orang-orang yang sensitif, misalnya rangsangan udara dingin, suhu panas, debu, serbuk sari yang dapat menyebabkan gatal-gatal, bersin, bahkan sesak napas," ujar Michael.

    Sementara bagi yang kerap kali berlatih di pusat kebugaran, alergi juga dapat terjadi karena debu karpet, udara AC yang tidak terawat baik, ataupun akibat kontak dengan logam, karet, dan plastik, yang menjadi bahan dasar pembuatan alat-alat olahraga.

    Baca juga: Cara agar Asma dan Alergi Tidak Kambuh di Rumah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H