Riset Lego: 9 dari 10 Orang Tua Bilang Bermain Sama Pentingnya dengan Bikin PR

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain lego. inhabitots.com

    Ilustrasi anak bermain lego. inhabitots.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Riset Lego menunjukkan sembilan dari sepuluh orang tua menyatakan bermain bagi anak sama pentingnya dengan mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas sekolah.

    Riset bernama Lego Play Global Study 2020 itu mengumpulkan persepsi orang tua dan anak tentang manfaat bermain bersama keluarga, preferensi bermain anak-anak, keterampilan berorientasi masa depan, dan belajar melalui bermain. Sebanyak 18.117 orang tua dan 12.591 anak berusia 5 sampai 12 tahun terlibat dalam survei yang berlangsung pada Mei dan Juni 2021, ini.

    Mereka berasal dari 18 negara, yakni Australia dan New Zealand, Brasil, Kanada, Tiongkok, Denmark, Prancis, Jerman. Ada pula Hong Kong, Meksiko, Rumania, Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Taiwan, Inggris, Ukraina, dan Amerika Serikat. "Artinya, orang tua menganggap bermain sama pentingnya dengan mengerjakan pekerjaan rumah atau PR dari sekolah untuk mencapai kesuksesan anak di masa depan," kata Rohan Mathur, Marketing Director Asia Tenggara The Lego Group, dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Juni 2021.

    Ilustrasi imajinasi saat bermain Lego. Dok. Lego

    Riset tersebut menunjukkan mayoritas orang tua setuju kalau bermain dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik anak dan keterampilan mereka. Seperti bagaimana memecahkan masalah, bekerja sama atau berkolaborasi dengan orang lain, berkomunikasi, mengasah kreativitas, bersosialisasi, serta membangun kepercayaan diri anak.

    Bagi orang tua dan anak yang suka bermain Lego, Rohan Mathur mengatakan ada kampanye Rebuild the World untuk pertama kalinya di Indonesia yang berlangsung selama libur sekolah. Kampanye ini, menurut dia, bertujuan memunculkan kreativitas alami anak sekaligus mendorong para orang tua membangun potensi buah hati mereka.

    Untuk mengetahui inspirasi bentuk kreasi Lego apa saja yang bisa dibuat, orang tua dan anak dapat mengakses akun Instagram resmi Lego Indonesia. Contoh bentuk kreasi Lego itu hadir selama masa libur sekolah, mulai 1 Juni sampai 31 Juli 2021.

    Baca juga:
    Dibuka Donasi Kepingan Lego untuk Membuat Jalur Landai Kursi Roda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.