Belum Dikarunia Anak, Ini Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bersiap untuk mengambil foto mereka saat pemotretan pernikahan di jalan, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), di Shanghai, Cina, 31 Mei 2021. [REUTERS / Aly Song]

    Pasangan bersiap untuk mengambil foto mereka saat pemotretan pernikahan di jalan, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), di Shanghai, Cina, 31 Mei 2021. [REUTERS / Aly Song]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sebuah kehidupan rumah tangga, keharmonisan merupakan suatu hal yang sangat penting. Sebab ibarat sebuah kapal, pasangan suami istri adalah sepasang yang sedang mengarungi derasnya ombak untuk bertualang. Keduanya harus saling bekerja sama atas apapun yang dihadapi.

    Penyebab kurangnya harmonis dalam rumah tangga bisa saja terjadi karena kurangnya komunikasi antara suami dan istri. Penyebab lainnya biasanya karena belum dikaruniai seorang anak yang memicu kurangnya kehangatan di antara keduanya.

    Untuk menjaga keharmonisan bagi pasangan yang baru saja menikah dan belum dikaruniai seorang anak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kehidupan rumah tetap dalam kehangatan.

    Hal yang penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga walaupun belum dikaruniai seorang anak adalah tetap saling menyemangati dan jangan berhenti memberikan motivasi satu sama lain. Dalam rumah tangga akan selalu ada tantangan yang datang, maka saling menggenggam saat datang terpaan adalah hal yang harus dilakukan keduanya.

    ADVERTISEMENT

    Sebab dukungan terbaik adalah kepercayaan dan motivasi yang diberikan dari orang terdekat dan orang yang dicintai. Apapun yang terjadi tetap berikan motivasi kepada pasangan untuk kalian juga terus berusaha untuk mendapatkan apa yang didambakan selama ini. Karena tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan mengizinkan. Banyak metode secara medis agar membuat pasangan dapat lebih mudah memiliki keturunan. Jangan menyerah untuk mencobanya.

    Hal kedua yang bisa dilakukan saat berumah tangga yaitu memahami perbedaan satu sama lain. Dalam menghadapi suatu permasalahan atau perbedaan pendapat, disarankan untuk tidak saling menyalahkan. Sebab adanya perbedaan bisa menjadi media belajar untuk saling memahami, melengkapi, dan mengambil yang terbaik dari apa yang kalian bisa lakukan bersama.

    Misalnya, dalam menghadapi masalah belum dikaruniai anak, disarankan keduanya agar menghindari kalimat yang menyinggung perasaan berkenaan dengan keturunan yang tak kunjung datang. Sebab pasangan yang belum dikaruniai anak cenderung memiliki perasaan yang lebih sensitif.

    Jangan sampai menyakiti perasaan satu sama lainnya. Masalah tersebut harus dihadapi bersama dan bukan kesalahan salah satu pihak. Yang harus dilakukan keduanya adalah tetap berusaha dan saling meyakinkan jika tuhan akan memberikan keturunan pada waktu yang tepat nantinya.

    Dalam menjaga kehangatan keluarga juga disarankan untuk menghilangkan penilaian satu sama lain. Jangan sampai terjadi kondisi di mana ada yang merasa paling bekerja keras atau yang paling berguna dalam rumah tangga. Sebab di dalam rumah tangga adalah urusan bersama. Saling berkontribusi adalah hal yang lebih penting. Jangan gengsi untuk meminta bantuan dan buat semuanya dengan penuh kasih sayang.

    Memahami satu sama lain juga merupakan kunci kehangatan dari pasangan. Jika nantinya diketahui salah satu di antara keduanya terdeteksi memiliki masalah dalam organ seksual, disarankan untuk tidak menyalahkan dan justru sebaliknya harus bisa memahaminya.

    Sebuah kekurangan yang dimiliki pasangan tak menjadikan kita boleh untuk membuatnya merasa bersalah. Sebaliknya tetap merangkul dan memberi motivasi agar ia tidak merasa takut dan panik adalah hal yang harus dilakukan. Karena jika memang saling mencintai, maka keduanya akan bisa untuk menerima kekurangan tersebut.

    Karena itu keduanya harus berani mengungkapkan ketakutan dan menghormati rasa takut masing-masing. Memendam suatu hal yang seharusnya dibicarakan berdua adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Dengan saling berbagi cerita dan perasaan, mendengarkan keluhan dari pasangan dan mencari solusi bersama bisa membuat hubungan semakin erat dan ketakutan bisa dihadapi bersama.

    Karena dalam hubungan rumah tangga sangat dibutuhkan perhatian antara keduanya untuk bisa saling mengungkapkan ketakutan dan harus saling mengisi kekosongan yang ada. Disarankan untuk meluangkan waktu sesibuk apapun pekerjaan yang harus dilakukan.

    Suami dan istri dalam hal ini dituntut untuk selalu ada dalam keadaan bahagia atau pun sedih. Berlibur juga bisa dilakukan untuk menyegarkan pikiran dan melupakan masalah sejenak. Tidak perlu jauh-jauh, pergi berdua juga bisa merekatkan keharmonisan antara keduanya.

    Hal terakhir untuk menjaga keharmonisan keluarga yaitu tidak menunda-nunda permasalahan hingga berlarut-larut. Jika ada suatu permasalahan yang menyebabkan perdebatan antara keduanya disarankan untuk menyelesaikan dan memperbaikinya pada saat itu juga. Istilahnya jangan sampai membawa masalah sampai di tempat tidur.

    Jika ada hal memicu pertengkaran, misalnya, omongan dari orang lain perihal keturunan ataupun masalah lainnya, keduanya harus bisa berpikir terbuka dan tidak mementingkan diri sendiri apalagi sampai saling menyalahkan. Disarankan untuk bisa mencari solusi bersama dengan pikiran yang tenang dan saling menyakinkan jika semua masalah pasti ada solusinya.

    TEGUH ARIF ROMADHON

    Baca: Kiat Sederhana Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.