Pasien Covid-19 Hindari Makanan dan Minumuman Pemicu Peradangan, Ini Contohnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita belanja bahan makanan di tengah pandemi. Freepik.com/Aleksandarlittlewolf

    Ilustrasi wanita belanja bahan makanan di tengah pandemi. Freepik.com/Aleksandarlittlewolf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien Covid-19 harus memastikan asupan nutrisi terpenuhi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sayangnya, sebagian pasien Covid-19 kehilangan kemampuan penciuman dan perasa.

    Makan dan minum jadi kurang sedap tanpa cita rasa. Ada yang menambahkan gula, garam, atau penambah rasa lainnya agar dapat merasakan cita rasa makanan atau minuman. Tak jarang kehilangan kemampuan mencecap rasa ini mengakibatkan pasian Covid-19 malas makan.

    Dokter Spesialis Gizi Klinik, Maria Ingrid Budiman mengatakan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri harus menghindari asupan makanan dan minuman yang memicu peradangan. Asupan makanan dan minuman yang memicu peradangan itu adalah yang kandungan gula, garam, dan minyak atau lemaknya tinggi.

    "Semua yang mengandung gula, garam, minyak atau lemak yang banyak akan memperparah risiko peradangan," kata Ingrid Budiman dalam bincang-bincang di Instagram Live pada Jumat, 9 Juli 2021. Beberapa makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak, menurut dia, di antaranya abon, dendeng yang dimasak dengan menambahkan gula, kecap manis, sup yang mengandung minyak, bakso yang mengandung lemak sapi, hingga sayuran ditumis.

    Dalam sehari, seseorang hanya boleh mengkonsumsi satu sendok teh garam atau natrium klorida saja. Salah satu kandungan di dalam makanan yang harus diperhatikan, menurut Ingrid adalah natrium. Ini adalah salah satu zat pengawet yang biasanya terkandung di dalam buah kalengan dan kue kemasan. Adapun kandungan gula yang boleh dikonsumsi dalam sehari yakni 50 gram atau sekitar 5 sampai 9 sendok teh.

    Selama menjalani isolasi mandiri di rumah, pasien Covid-19 umumnya memesan makanan melalui jasa pesan antar. Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah cenderung memilih makanan yang mampu meningkatkan nafsu makan dan memiliki cita rasa beragam.

    Contoh memesan ayam bakar dengan nasi, lalap, dan sambal. Menurut Ingrid, lalap yang berupa selada dan mentimun biasanya hanya satu atau dua potong. "Ini kurang beragam," katanya. Satu hal yang penting bagi pasien Covid-19, Ingrid melanjutkan, adalah memenuhi kebutuhan gizi seimbang, yakni mengandung sayur, buah, dan protein.

    Sebab itu, Ingrid menyarankan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah memasak makanan sendiri. Tidak perlu mengolah hidangan yang prosesnya rumit. Pastikan makanan masih segar dan kebutuhan gizi tercukupi.

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

    Baca juga:
    Manfaat Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E, dan Zinc buat Pasien Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...