Jangan Biarkan Anak Takut ke Dokter Gigi, Begini Triknya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi merawat gigi (pixabay.com)

    Ilustrasi merawat gigi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak anak merasa takut saat dibawa ke dokter gigi. Padahal, orang tua bisa menanamkan pikiran positif mengenai berobat ke dokter gigi sejak dini kepada anak agar ia dengan senang hati rutin memeriksakan kesehatan rongga mulut tanpa rasa takut.

    Dokter gigi spesialis anak Selvyra Rachmawati, Sp.KGA dari Universitas Indonesia menyarankan orang tua mengajak anak ke dokter gigi ketika tidak ada keluhan dan kondisi gigi mereka sehat.

    "Jangan pas giginya sakit karena akan membuat anak cemas dan takut," kata Selvyra.

    Saat memeriksakan gigi, anak akan belajar mengetahui pemeriksaan di klinik bukan mimpi buruk. Dia juga bisa membiasakan diri dengan peralatan-peralatan asing di klinik gigi hingga prosedur yang dilakukan dokter dalam pemeriksaan gigi rutin. Cara lain orang tua untuk mempersiapkan anak agar siap ke dokter gigi adalah memberikan gambaran melalui video.

    "Sebelum ke dokter gigi, orang tua dapat mengajak nonton video anak lain sedang ke dokter gigi," sarannya.

    Ajak anak mengobrol jauh hari sebelum ke dokter gigi. Beritahukan kepadanya orang tua akan mengajaknya ke dokter gigi pada waktu yang sudah ditentukan. Bicarakan secara jelas dan berulang agar anak mengerti dan tidak ketakutan atau tantrum ketika jadwal ke dokter telah tiba.

    Pemilihan waktu juga penting. Pilih jadwal yang sesuai dengan aktivitas anak. Buatlah janji dengan dokter pada jam anak sedang aktif, hindari mengajak anak saat jam tidur siang untuk menghindari anak rewel. Jika dia memiliki saudara yang lebih tua, perkenalan ke dokter gigi bisa dimulai dengan memintanya menemani sang kakak saat kontrol gigi.

    Jangan lupa untuk memberikan kesan positif mengenai dokter gigi. Hindari membuat dokter gigi jadi momok menyeramkan, seperti mengancam akan membawa anak ke dokter bila berbuat nakal.

    "Berikan kesan positif tentang dokter gigi pada anak bukan malah menakut-nakuti. Contohnya bilang, 'Ke dokter gigi nanti disuntik', itu tidak boleh," tuturnya.

    Terakhir, pilihlah klinik gigi yang ramah anak dengan tim dokter gigi anak terpercaya, yang sudah terbiasa menangani pasien anak.

    Baca juga: Ketahui Cara Membersihkan Karang Gigi, Setelah Paham Penyebabnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.