Batik Indonesia Tembus Pasar Digital Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata pakaian batik di Pasar Batik Setono, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 5 Mei 2021. Penjual berharap penjualan sistem dalam jaringan (online) bisa lebih baik. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pedagang menata pakaian batik di Pasar Batik Setono, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 5 Mei 2021. Penjual berharap penjualan sistem dalam jaringan (online) bisa lebih baik. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar gembira datang dari Korea Selatan saat Batik Indonesia sukses tembus ke pasar digital negeri gingseng itu. Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi mengatakan hal ini terlaksana setelah proses negoisasi secara daring selama tujuh bulan.

    "Alhamdulillah hari ini (Jumat, 7 Juli 2021) kami berkesempatan menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT Wastra Cantik Indonesia (Batik Chic) dan Idus.com," kata Umar dikutip dari laman Kemlu, Selasa, 13 Juli 2021.

    Umar berharap dengan masuknya Batik ke situs komersial daring dapat menciptakan kesejahteraan tidak hanya untuk kedua pihak, tetapi juga untuk UMKM lainnya. Menurut dia, capaian ini membuktikan jika pandemi bukanlah suatu halangan.

    Dalam proses pemasaran Batik di pasar digital Korea oleh KBRI Seoul, Idus.com merupakan salah satu situs ekonomi digital Korsel yang menjual mayoritas produk buatan tangan. Hal tersebur didasari oleh ketertarikannya pada impor produk Indonesia berupa aksesoris dari Batik dan kain tradisional.

    ADVERTISEMENT

    CEO Idus.com, Donghwan Kim, mengatakan pihaknya memutuskan untuk mengenalkan Batik Indonesia di situsnya melalui merek Batik Chic yang memiliki garis rancangan busana yang apik dan simple. “Tepat mewakili citra wanita Indonesia dan Korsel yang cerdas, cantik, dan berbudaya di abad-21,” ucap dia.

    Pendiri dan Perancang Batik Chic (PT Wastra Cantik Indonesia), Novita Yunus, berterimakasih atas upaya pemerintah RI dalam mempromosikan batik di kancah Internasional. "Kami berharap perwakilan RI lainnya turut aktif melakukan kegiatan untuk promosi batik meski secara daring guna mendukung keberlangsungan UKM batik dan kain tradisional lainnya di Indonesia,” tuturnya.

    Dengan masuknya batik ke pasar digital Korea Selatan, hal ini membuktikan jika batik bisa menjadi perintis penguatan akses produk ekonomi kreatif Indonesia ke pasar Korsel, khususnya menjelang penyelenggaraan World Conference on Creative Economy dan KTT G20 di Indonesia di tahun 2022.

    Teguh Arif Romadhon

    Baca Juga:

    Cerita Perajin Batik Borobudur: Sebulan Hanya Laku 1-2 Lembar Kain


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?