Kerap Lakukan Ghosting Dalam Hubungan, Ini Saran Psikolog

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "ghost" baru lekat dengan hubungan romantis dua insan setelah dirilisnya film "Ghost" yang dibintangi Demi Moore dan Patrick Swayze pada 1990. Kini istilah "ghosting" merujuk pada tindakan seseorang yang menghilang tanpa kabar dalam hubungan asmara. (Foto: Paramount Pictures)

    TEMPO.CO, JakartaGhosting tergolong sebagai perilaku yang kurang mengenakan. Meski demikian, ghosting adalah cara umum bagi sebagian individu untuk menjauh dari orang lain.

    Seseorang kadang hilang tiba-tiba dalam suatu hubungan karena tidak bisa menemukan kalimat yang tepat untuk mengungkapkan ketidakcocokannya. Perasaan khawatir akan berbagai macam pandangan jika pada akhirnya benar-benar mengungkapkan perasaan tersebut.

    Ghosting menjadi pilihan yang masuk akal untuk menghindari konflik maupun percakapan yang canggung. Tapi perlu diingat bahwa ghosting bukanlah cara yang tepat untuk mengkomunikasikan niat yang sesungguhnya.

    Pelaku ghosting bisa merasa bersalah serta menginginkan hubungan yang lebih sehat dan dewasa seiring dengan berjalannya waktu. Jika pernah menjadi pelaku ghosting, ada hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri.

    ADVERTISEMENT

    Untuk menjalin ataupun mengakhiri hubungan dengan lebih sehat, psikolog Susan Albers-Bowling dari Cleveland Clinic menyarankan untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri. “Tempatkan diri pada posisi korban. Tanyakan pada diri sendiri apa yang kita hindari dengan melakukan perilaku ghosting? Apa risiko yang ditanggung jika mengucapkan salam perpisahan? Apa yang ditakutkan?" katanya seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic, Jumat, 16 Juli 2021.

    Albers berujar kita bisa membiasakan diri untuk berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan ghosting. Terlebih lagi jika tindakan tersebut menyangkut persoalan pekerjaan.

    Menurut Albers, hanya karena ghosting dapat dilihat sebagai cara normal untuk mengakhiri hubungan percintaan, bukan berarti ghosting juga sah-sah saja dilakukan untuk  mengakhiri sesuatu di dunia profesional.

    "Meskipun ghosting adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia percintaan, dalam dunia pekerjaan itu benar-benar bisa merusak karier masa depan,”ucapnya.

    SITI NUR RAHMAWATI

     

    Baca juga:

    Dapat Julukan Queen of Ghosting, Apa Sebenarnya Tugas Puan Maharani di DPR?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?