5 Bahaya Keracunan Vitamin D karena Overdosis

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi vitamin. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi vitamin. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini memberikan sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh, mulai dari mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan depresi, penyerapan kalsium, hingga fungsi sel yang lebih baik.

    Vitamin D terjadi secara alami ada pada beberapa makanan atau dapat diperoleh melalui suplemen nutrisi juga dari sinar matahari. Orang cenderung menderita kekurangan vitamin D dan pada akhirnya memilih untuk mengonsumsi suplemen. Namun, konsumsi berlebihan bisa berbahaya karena bisa membuat keracunan.

    Keracunan vitamin D terjadi ketika kadar meningkat melebihi 150 ng/ml. Itu terutama terjadi ketika mengonsumsi suplemen selama bertahun-tahun tanpa memantau kadar darah. Perlu diketahui, melalui diet dan paparan sinar matahari saja, keracunan vitamin D tidak mungkin terjadi.

    Nutrisi ini, karena disimpan dalam lemak tubuh, membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dikeluarkan dari sistem, bahkan setelah Anda menghentikan suplementasi. Berikut tanda-tanda tubuh keracunan vitamin D, dilansir Times Now News.

    Gangguan pencernaan
    Kondisi seperti diare, sembelit, dan sakit perut umum dijumpai pada penderita intoleransi makanan atau sindrom iritasi usus besar. Namun, ini bisa menjadi gejala keracunan vitamin D. Suplementasi vitamin D yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan sembelit dan sakit perut, sehingga harus dianggap sebagai tanda overdosis. Mual dan muntah juga dapat terjadi jika terjadi keracunan.

    Sering buang air kecil
    Tanda lain yang dapat langsung diketahui adalah sering buang air kecil. Ini terjadi ketika kadar vitamin D meningkat secara drastis, kadar kalsium dalam darah juga meningkat sehingga mengakibatkan gejala seperti sering buang air kecil.

    Lemah
    Rasa lemah ini dapat disebabkan oleh peningkatan kadar kalsium, juga dikenal sebagai hiperkalsemia, dalam darah karena keracunan vitamin D. Anda mungkin juga mengalami pusing, kebingungan, dan kelelahan saat keracunan vitamin D.

    Kerusakan ginjal
    Ketika kadar vitamin D meningkat secara drastis, batu ginjal, kerusakan ginjal, dan cedera dapat terjadi. Overdosis kalsium yang muncul karena keracunan vitamin D dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

    Pengeroposan tulang
    Meskipun vitamin D sangat baik dalam membantu menjaga kesehatan tulang, nyatanya segala sesuatu yang berlebihan justru berdampak buruk, terutama pada kepadatan dan kekuatan tulang. Untuk mengatasi efek negatif ini, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin K2, daging, dan susu.

    Baca juga: Dampak Kekurangan Vitamin D pada Mata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.