Perbedaan Psikopat dan Sosiopat, Keduanya Memiliki Empati yang Lemah

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi psikopat. Shutterstock

    Ilustrasi psikopat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Istilah seperti psikopat dan sosiopat kerap digunakan masyarakat untuk melabeli seseorang. Istilah ini tidak dapat ditemukan definisinya pada buku panduan resmi kesehatan mental. Dokter bukan mendiagnosa seseorang dengan istilah psikopat atau sosiopat, melainkan dengan istilah antisocial personality disorder.

    Sifat psikopat dan sosiopat memiliki kesamaan dan perbedaan. Menurut laman Mental Health America of Eastern Missouri, persamaan yang keduanya miliki adalah pola pengabaian yang meluas terhadap keselamatan dan hak orang lain. Hal ini dapat diwujudkan dengan tindakan penipuan maupun manipulasi dan tidak selalu berbentuk kekerasan.

    Dilansir dari laman WebMD, ada beberapa perbedaan antara psikopat dan sosiopat, di antaranya:

    Ada tidaknya kesadaran hati nurani
    Psikopat tidak memiliki suara hati yang dapat membedakan antara tindakan yang baik dan buruk. Psikopat bisa saja berbohong kepada Anda demi mencuri uang Anda tanpa rasa bersalah. Seorang psikolog dari Sacramento County Mental Health Treatment Center, L. Michael Tompkins, mengatakan psikopat dapat mengobservasi lingkungan di sekitarnya untuk mengimitasi perilaku orang-orang pada umumnya agar ia tidak ketahuan.

    Sosiopat biasanya memiliki hati nurani, tetapi lemah. Mereka tahu bahwa mencuri uang Anda adalah perubatan yang salah dan mereka mungkin akan merasa bersalah setelahnya, tetapi hal tersebut tidak akan menghentikan perbuatan mereka. Psikopat dan sosiopat memiliki empati yang lemah.

    Perbedaan cara bersikap
    Psikopat kerap kali merupakan orang yang pintar, menawan, dan pandai dalam menirukan emosi. Mereka bisa saja berpura-pura tertarik kepada Anda padahal sebenarnya tidak. Menurut Tompkins, mereka adalah aktor yang misi utamanya adalah memanipulasi orang-orang demi kepentingan pribadi.

    Sementara itu, sosiopat biasanya tidak sepandai psikopat dalam berpura-pura. Mereka akan menunjukkan kejelasan bahwa mereka tidak tertarik kepada Anda dan bersikap egois. Mereka kerap menyalahkan orang lain dan hanya peduli terhadap diri sendiri. Sosiopat lebih impulsif, sementara psikopat lebih berhati-hati.

    Perbedaan struktur otak
    Penelitian menunjukkan bahwa otak psikopat tidak seperti orang kebanyakan. Otak milik psikopat memiliki perbedaan yang membuat mereka sulit untuk mengidentifikasi keresahan orang lain.

    Perbedaan ini juga dapat memberikan perbedaan fungsi tubuh. Contohnya, ketika kebanyakan orang merasakan jantungnya berdegup lebih cepat dan nafasnya memburu ketika melihat darah dan kekerasan di film, seorang psikopat justru merasakan hal sebaliknya.

    Meskipun psikopat dipercaya merupakan kondisi sejak lahir, bisa jadi psikopat mengalami trauma masa kecil. Dilansir dari laman Mental Health America, sifat sosiopat lah yang cenderung terbentuk dari lingkungan di mana mereka tumbuh, seperti faktor kekerasan fisik atau emosional di masa kecil.

    DINA OKTAFERIA 

    Baca: Psikopat Pandai Berpura-pura, ini 20 Ciri Psikopat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.