Radang Sendi Mengintai, Cegah dengan Cara Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi radang sendi. Bamzum.com

    Ilustrasi radang sendi. Bamzum.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Radang sendi atau arthritis sering menyerang usia lanjut. Tapi, saat ini arthritis juga bisa menyerang segala usia termasuk anak-anak, meskipun ada beberapa faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang dapat membantu mencegah kondisi tersebut.

    Arthritis bukan penyakit tunggal melainkan suatu cara untuk merujuk pada nyeri sendi atau penyakit sendi. Ada lebih dari 100 jenis radang sendi dan kondisi terkait. Osteoarthritis dan rheumatoid arthritis adalah dua jenis arthritis yang paling umum. Saat ini, NHS mencatat tidak ada obat untuk radang sendi tetapi ada banyak perawatan yang dapat membantu memperlambatnya.

    Ada juga sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi tersebut. Yayasan Arthritis Asia mengatakan meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah radang sendi, Anda mungkin dapat secara signifikan mengurangi risiko radang dengan beberapa kegiatan.

    “Menghindari cedera olahraga dengan pakai peralatan yang tepat, pelatihan yang memadai, dan permainan yang aman dapat mencegah robekan ACL (anterior cruciate ligament) yang dapat menyebabkan osteoartritis dalam beberapa tahun atau beberapa dekade kemudian,” kata NHS, dilansir dari Express.

    Mereka menambahkan banyak jenis radang sendi dianggap sebagai hasil dari kombinasi kecenderungan genetik dan pemicu lingkungan. Jadi, menemukan pemicu jenis radang sendi mungkin menjadi kunci pencegahan, bahkan pada seseorang dengan risiko genetik.

    Beberapa perilaku dan karakteristik, yang disebut faktor risiko, dapat meningkatkan kemungkinan terkena beberapa jenis radang sendi atau memperburuknya. Beberapa, seperti genetika, tidak dapat dikendalikan. Tetapi ada faktor lain yang mungkin dapat dimodifikasi, yang dikenal sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi.

    Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS mengatakan orang yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih mungkin terkena osteoartritis lutut daripada orang yang tidak. Berat badan ekstra memberi lebih banyak tekanan pada persendian, terutama yang menahan beban seperti pinggul dan lutut.

    Makan sehat dan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan dan mempertahankan berat badan yang sehat. Cedera sendi atau penggunaan berlebihan, seperti menekuk lutut dan stres berulang, dapat merusak sendi dan berkontribusi pada perkembangan osteoartritis pada sendi itu.

    "Pekerjaan yang melibatkan tekukan lutut berulang dan jongkok dikaitkan dengan osteoartritis lutut," tambahnya.

    Merokok juga meningkatkan risiko seseorang terkena rheumatoid arthritis dan dapat memperburuk penyakit. Yayasan Arthritis mengatakan gejala arthritis rumit dan bervariasi. Jika menderita radang, persendian kemungkinan besar akan terasa kaku dan sulit digerakkan.

    Anda mungkin juga menemukan area di sekitar persendian mungkin terasa hangat, terlihat merah atau bengkak. NHS mengatakan gejala akan sangat bervariasi, tergantung pada jenis. Meskipun tidak ada obat untuk radang sendi, perawatan telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan untuk banyak jenis radang sendi, ada manfaat yang jelas dalam memulai pengobatan pada tahap awal, kata badan amal Versus Arthritis.

    Baca juga: Peneliti Sebut Kaitan Makan Daging dan Nyeri Sendi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.