Hari AIDS Sedunia, Kenali Gejala-gejala Sakit AIDS

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Anggota Komunitas Literasa Kolektif menggelar aksi ekperimen sosial Hari AIDS Sedunia di lokasi kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Solo, Jawa Tengah, Ahad, 1 Desember 2019. Aksi tersebut untuk memberikan edukasi bahwa para penyandang AIDS butuh perhatian dan simpati dari masyarakat. ANTARA/Maulana Surya

    Anggota Komunitas Literasa Kolektif menggelar aksi ekperimen sosial Hari AIDS Sedunia di lokasi kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Solo, Jawa Tengah, Ahad, 1 Desember 2019. Aksi tersebut untuk memberikan edukasi bahwa para penyandang AIDS butuh perhatian dan simpati dari masyarakat. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta -Hari ini dikenal sebagai Hari AIDS Sedunia.

    Dilansir dari Mayo Clinic, Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah kondisi kronis yang berpotensi mengancam jiwa yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). 

    HIV berperan penting dalam melawan infeksi dan penyakit yang mengancam tubuh.

    HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.  

    Dalam dua dekade lebih dari 33 juta orang hidup dengan infeksi HIV, sejarah masuknya penyakit HIV dan AIDS di AS dimulai sejak tahun 1981. Sejak kasus AIDS pertama dilaporkan, sekitar 25 juta orang meninggal karena penyakit tersebut.

    Terkait penularan HIV sendiri penting untuk diketahui baik mulai dari gejala awal hingga gejala tahap lanjut. Bagaimana Anda bisa tahu jika Anda mengidap penyakit HIV?

    Dikutip dari laman resmi HIV Gov, satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang memiliki HIV adalah dengan diuji. Namun demikian, untuk berjaga jaga penting untuk mengetahui apa saja gejala HIV.

    Selanjutnya: Untuk gejalanya sendiri..


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.