Pemberian Vaksin Booster Tak Bikin Overdosis

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Vaksinasi Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman

    Ilustrasi Vaksinasi Covid-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro, menyatakan pemberian vaksin booster tidak akan membuat masyarakat mengalami overdosis vaksin COVID-19 yang kini mencapai dosis ketiga.

    “Sebenarnya vaksin tidak bisa membuat overdosis. Tapi kita juga jangan berpikir kebanyakan dosis kalau disuntik sampai booster tiga kali,” kata Reisa dalam Siaran Sehat bertajuk "Vaksinasi Booster dan Waspada Omicron", Senin, 17 Januari 2021.

    Menanggapi apakah vaksin dapat menimbulkan overdosis, Reisa menjelaskan pemberian vaksin sebanyak tiga kali merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi secara alamiah. Ia menyebutkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, antibodi akan menurun enam bulan setelah suntik vaksin tersebut. Akibatnya, saat ini dapat dikatakan masyarakat sudah membutuhkan vaksin booster agar kekebalan tubuh tetap terbentuk dan terjaga.

    Tidak hanya vaksin booster. Vaksin beberapa penyakit berbahaya, seperti BCG untuk TBC, DPT untuk difteri, maupun vaksin influenza, juga harus diberikan kembali sesuai jarak waktunya.

    “Berdasarkan riset, vaksin bisa melindungi kita bertahan antibodinya berapa lama. Jadi, jangan ketakutan kalau booster ini kita menjadi overdosis. Memang hitungannya seperti itu,” tegas Reisa.

    Dia menekankan vaksin booster juga aman bagi ibu hamil ataupun menyusui. Apabila ibu dalam kondisi sehat, tak memiliki kendala, dan sudah melalui trimester kedua, maka tak menjadi halangan untuk ikut menjalankan vaksinasi COVID-19 itu. Namun, disarankan para ibu untuk berkonsultasi kepada dokter kandungan terlebih dulu serta memeriksa jenis vaksin yang sudah ditentukan untuk digunakan pada ibu hamil, seperti Sinovac maupun Pfizer.

    Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksin booster yang sudah mulai diberikan sejak 12 Januari 2022 karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan dalam kondisi darurat (EUA). Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang baru mendapatkan dosis satu, diimbau untuk segera melengkapi dosis vaksinnya.

    Sementara bagi yang sudah mendapatkan E-ticket melalui Aplikasi PeduliLindungi, diharapkan segera kembali mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan booster.

    “Vaksin ini sudah pasti dijamin keamanannya dan sudah mendapatkan EUA dari pemerintah. Jadi sudah menjamin bahwa itu aman dan berkhasiat,” kata Reisa.

    Baca juga: Bersiap Disuntik Vaksin Booster, Perhatikan Hal Ini Sebelum dan Sesudahnya


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.