Kenali Gejala Stroke dan Simak Beberapa Cara Mengatasinya

Reporter

ilustrasi stroke (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Anda pasti sudah tidak asing lagi mendengar stroke, bahkan 
penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Berikut ini beberapa gejala dan cara mengatasi stroke.

Umumnya, penyakit stroke dikaitkan dengan lansia atau yang berumur 55 tahun. Namun tak menutup kemungkinan sekarang ini orang-orang di usia produktif juga dapat terkena stroke.

Stroke merupakan kondisi di mana terjadi penyumbatan atau pendarahan pembuluh darah ini akan mengganggu atau mengurangi suplai darah ke otak.

Gejala Stroke

Ada beberapa gejala yang dapat Anda rasakan ketika Anda mengalami stroke, di antaranya sebagai berikut:

1. Kesulitan Berbicara
Dikutip dari mayoclinic.org, salah satu tanda Anda terkena stroke adalah Anda kesulitan berbicara dan memahami apa yang dikatakan orang lain. Dalam kondisi ini mungkin Anda mengalami kebingungan atau kesulitan memahami ucapan.

2. Kelumpuhan atau Mati Rasa
Ketika Anda mengalami stroke, Anda akan merasakan kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan atau kaki. Biasanya kondisi ini hanya mempengaruhi satu sisi tubuh saja. Ketika Anda mengalami kondisi ini, cobalah untuk mengangkat kedua tangan Anda di atas kepala secara bersamaan. Jika satu lengan mulai jatuh, Anda mungkin mengalami stroke.

3. Penglihatan Kabur
Anda mungkin tiba-tiba mengalami penglihatan kabur atau menghitam di satu atau kedua mata.

4. Sakit kepala
Sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba, disertai dengan muntah, pusing, atau kesadaran yang berubah, dapat mengindikasikan Anda mengalami stroke.

5. Kesulitan berjalan
Mengutip dari cdc.gov, ketika Anda mengalami stroke saat Anda berjalan, mungkin Anda akan tersandung atau kehilangan keseimbangan. Itu disebabkan karna Anda mengalami pusing mendadak atau kehilangan keseimbangan.

Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut, Anda dapat melakukan beberapa cara, seperti:
1. Terapi wicara yaitu dengan cara latihan, rileksasi, dan perubahan gaya komunikasi dapat membuat komunikasi menjadi lebih mudah.
2. Terapi fisik yang dapat membantu seseorang mempelajari kembali gerakan dan koordinasi. Penting untuk tetap aktif, meskipun ini mungkin sulit pada awalnya.
3. Terapi okupasi yang dapat membantu seseorang meningkatkan kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi, memasak, berpakaian, makan, membaca, dan menulis.

Melansir dari medicalnewstoday.com, cara terbaik untuk mencegah stroke adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya. Anda dapat membuat perubahan gaya hidup, seperti:
1. Makan makanan yang sehat
2. Menjaga berat badan yang sedang
3. Berolahraga secara teratur
4. Tidak merokok tembakau
5. Menghindari alkohol, atau hanya minum secukupnya

Selain makan-makanan yang bergizi, pastikan Anda juga membatasi porsi daging merah dan daging olahan dalam makanan, serta kolesterol dan lemak jenuh.

Selanjutnya ada langkah-langkah lain yang dapat Anda lakukan apabila Anda mengalami stroke, di antaranya:
1. Mengendalikan tingkat tekanan darah
2. Mengelola diabetes
3. Mendapatkan pengobatan untuk penyakit jantung

RINDI ARISKA 

Baca: Stroke Hemoragik, Seperti Apa Jenis Kelumpuhan dan Penyebabnya?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Cegah Kolesterol Tinggi dengan Lima Makanan ini

12 jam lalu

Cegah Kolesterol Tinggi dengan Lima Makanan ini

Kolesterol tinggi dapat diturunkan dengan modifikasi gaya hidup, salah satunya dengan memilih makanan yang sehat.


Mengenal Faktor Risiko Stroke Ringan

17 jam lalu

Mengenal Faktor Risiko Stroke Ringan

Stroke ringan bisa menjadi tanda stroke yang akan datang. Mengenal faktor risikonya menjadi cara ampuh mencegah penyakit ini.


9 Makanan dan Minuman Penyebab Hipertensi

1 hari lalu

9 Makanan dan Minuman Penyebab Hipertensi

Bukan hanya makanan asin, berikut daftar makanan dan minuman yang harus dihindari penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.


Bisakah Stroke Ringan Disembuhkan?

1 hari lalu

Bisakah Stroke Ringan Disembuhkan?

Stroke adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Lantas, bisakah stroke ringan disembuhkan?


Bahaya Tidur Siang Terlalu Lama, Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

1 hari lalu

Bahaya Tidur Siang Terlalu Lama, Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Meskipun dikenal menyehatkan, tidur siang dengan durasi lama bisa datangkan bahaya bahkan berisiko sebabkan kematian.


11 Tahun Zainuddin MZ atau Dai Sejuta Umat Wafat, Berikut Profilnya di Panggung Dakwah dan Politik

2 hari lalu

11 Tahun Zainuddin MZ atau Dai Sejuta Umat Wafat, Berikut Profilnya di Panggung Dakwah dan Politik

Zainuddin MZ telah wafat pada 5 Juli 2011, namun gaya dakwah Dai Sejuta Umat ini tetap dikenang jemaah. Ini profilnya dan sempat ke panggung politik.


8 Khasiat Buah Merah Asli Papua, Mencegah Kanker, Tumor dan HIV/AIDS

2 hari lalu

8 Khasiat Buah Merah Asli Papua, Mencegah Kanker, Tumor dan HIV/AIDS

Pernahkah mendengar istilah buah merah atau red fruit yang berasal dari tanah Papua? Buah ini memiliki setidaknya 8 khasiat untuk kesehatan.


Penyakit Metabolik Asidosis, Cek Penyebab dan Gejala

3 hari lalu

Penyakit Metabolik Asidosis, Cek Penyebab dan Gejala

Banyak hal yang bisa menyebabkan penyakit metabolik yang disebut asidosis metabolik. Berikut di antaranya.


Lima Manfaat Konsumsi Beras Merah

3 hari lalu

Lima Manfaat Konsumsi Beras Merah

Beras merah menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.


Mengenal dan Waspada 4 Jenis Penyakit Silent Killer

4 hari lalu

Mengenal dan Waspada 4 Jenis Penyakit Silent Killer

Silent killer digunakan untuk merujuk berbagai penyakit yang diam-diam mematikan. Selain penyakit jantung dan hipertensi, apa lagi?