Jangkrik Enak dan Bergizi, Cek Cara Aman Memakannya

Reporter

Ahli biologi Federico Paniagua memakan jangkrik saat makan siang di Grecia, Kosta Rika, 13 Juli 2019. REUTERS/Juan Carlos Ulate

TEMPO.CO, Jakarta - Jangkrik termasuk sumber makanan yang tersedia di sejumlah negara, termasuk Thailand. Kini, serangga ini disajikan dalam berbagai bentuk makanan sehingga orang tak perlu bertatap mata dengan wujud asli saat ingin menyantapnya.

Jangkrik tersedia dalam versi tepung atau bubuk dan ditambahkan ke dalam berbagai makanan, seperti produk roti, sup, minuman, protein bar. Tak hanya makanan dan minuman, serangga ini juga dijadikan salah satu bahan dalam produk kecantikan.

"Anda bisa coba dalam bentuk produk jadi seperti protein bar, tak perlu melihat langsung wujud jangkrik karena kami menghindari menunjukkannya dalam gambar (di kemasan)," ujar Chief Executive Officer Global Bugs Asia, Kanitsanan Thanthitiwat.

Berbicara kandungan nutrisi, protein termasuk salah satunya. Jangkrik diketahui memiliki kandungan protein lebih banyak dari daging sapi, ayam, dan babi. Studi memperlihatkan jangkrik bubuk mengandung sekitar 65,5 persen protein sementara jangkrik dewasa menyediakan 13,2-20,3 gram protein per 100 gram.

Beberapa spesies jangkrik juga mengandung sembilan asam amino esensial dalam proporsi yang ideal. Sebuah ulasan pada 2020, seperti dikutip dari Healthline, menemukan tubuh dapat mencerna proporsi protein dari jangkrik daripada dari telur, susu, atau daging sapi. Ini menunjukkan tubuh mencerna protein jangkrik lebih baik daripada sumber protein nabati.

Jangkrik memiliki rangka luar keras mengandung kitin atau sejenis serat yang sulit dicerna. Ketika rangka ini dihilangkan, angka kecernaan protein jangkrik meningkat secara dramatis. Selain protein, jangkrik juga mengandung banyak nutrisi lain, termasuk lemak, kalsium, kalium, zinc, magnesium, biotin, asam pantotenat, dan zat besi.

Penelitian menemukan kandungan zat besi jangkrik 180 persen lebih tinggi daripada daging sapi, plus lebih tinggi kalsium dan vitamin B riboflavin daripada produk daging seperti ayam, babi, dan sapi. Terlebih lagi, jangkrik termasuk sumber serat yang kaya. Studi menunjukkan kandungan serat jangkrik bisa mencapai 13,4 persen dalam porsi 100 gram. Selain itu, jangkrik menyediakan lemak yang sebagian besar dalam bentuk asam lemak tak jenuh ganda.

Studi telah menghubungkan ini dengan manfaat kesehatan, termasuk perbaikan dalam faktor risiko penyakit jantung. Masyarakat di Afrika, Asia, dan Amerika Latin bahkan menjadikan konsumsi serangga termasuk bagian budaya masyarakat. Orang-orang menggunakan sekitar 2.100 spesies serangga untuk dijadikan makanan dengan jangkrik menjadi sumber paling umum di seluruh dunia.

Walau begitu, pada kenyataannya, menurut Thanthitiwat, kebanyakan masyarakat di berbagai belahan dunia masih belum bisa menerima serangga sebagai salah satu pilihan bahan pangan sumber alternatif. Penelitian menunjukkan orang-orang di negara-negara Barat tidak sepenuhnya nyaman memakan serangga karena cenderung memandangnya sebagai sesuatu yang najis atau berpotensi berbahaya.

Namun, seiring waktu lebih banyak orang mulai menerima konsumsi jangkrik karena perusahaan makanan menciptakan produk berbasis jangkrik dengan bentuk dan kemasan yang lebih menarik, seperti bubuk dan protein bar.

"Semua orang takut mencicipi jangkrik tetapi bila Anda membuka pikiran dan paham ini sangat terkait dengan konsep keberlanjutan, hanya membutuhkan sedikit sumber daya untuk membuat 1 kg jangkrik. Buka hati dan cobalah," sarannya.

Walau begitu, mencoba langsung jangkrik dalam wujud asli mungkin bukan ide buruk. Orang-orang dengan riwayat alergi terhadap jenis kerang-kerangan dan tungau debu perlu waspada bila ingin mengonsumsi jangkrik. Tetapi, penelitian di bidang ini masih kurang dan para ilmuwan masih perlu melakukan lebih banyak studi untuk memahami sepenuhnya potensi reaksi alergi terkait konsumsi serangga. Beberapa peneliti mengingatkan serangga dapat bertindak sebagai pembawa patogen yang dapat menginfeksi manusia dan hewan.

Baca juga: Jangkrik Tingkatkan Bakteri Baik dalam Usus, Mau Coba?






Inilah 4 Makanan Terlarang untuk Kucing

18 jam lalu

Inilah 4 Makanan Terlarang untuk Kucing

Tidak semua makanan bisa Anda berikan pada kucing. Sebab ada beberapa jenis makanan yang berbahaya untuk kucing. Apa saja itu?


6 Sayuran Padat Nutrisi

20 jam lalu

6 Sayuran Padat Nutrisi

Banyak jenis sayuran mengandung nutrisi bermanfaat


Produsen Makanan Minuman Unifam Sebut Total Penjualan 2022 di atas Dua Digit

1 hari lalu

Produsen Makanan Minuman Unifam Sebut Total Penjualan 2022 di atas Dua Digit

Produsen makanan dan minuman (mamin) Indonesia PT United Family Food atau Unifam menyampaikan total penjualan produk pada 2022 mencapai dua digit.


Wajib Sertifikasi Halal 2024, Ini Cara dan Prosedur Mendapatkan Sertifikat Halal

1 hari lalu

Wajib Sertifikasi Halal 2024, Ini Cara dan Prosedur Mendapatkan Sertifikat Halal

Sertifikat halal menjadi penting untuk dimiliki sejumlah perusahaan dengan produk tertentu. Simak prosedur mengurus sertifikat halal.


Kebutuhan Protein Wanita dari Siklus Menstruasi hingga Menopause

3 hari lalu

Kebutuhan Protein Wanita dari Siklus Menstruasi hingga Menopause

Kebutuhan protein wanita berbeda dengan pria, terutama pada tahap kehidupan tertentu


Kandungan Gizi Belalang Goreng: Protein 40 Persen, Vitamin A 30 Persen

3 hari lalu

Kandungan Gizi Belalang Goreng: Protein 40 Persen, Vitamin A 30 Persen

Kudapan belalang goreng asal Gunungkidul Yogyakarta memiliki kandungan gizi seperti vitamin A, protein, dan mineral.


Nestle Bakal Menaikkan Harga Produk Makanan

4 hari lalu

Nestle Bakal Menaikkan Harga Produk Makanan

CEO Nestle membocorkan pada tahun ini pihaknya akan menaikkan harga produk makanan buntut dari kenaikan harga bahan makanan dan energi


Hati-hati, Nutrisi Berlebihan Bisa Perparah Kanker pada Anak

4 hari lalu

Hati-hati, Nutrisi Berlebihan Bisa Perparah Kanker pada Anak

Pengurus IDAI menyebut pada anak, kondisi kanker bisa diperparah dengan pemberian nutrisi berlebih. Ini sebabnya.


Uni Eropa Legalkan Serangga Sebagai Bahan Pangan, Qatar: Haram

4 hari lalu

Uni Eropa Legalkan Serangga Sebagai Bahan Pangan, Qatar: Haram

Uni Eropa melegalkan penggunaan serangga sebagai bahan pangan. Namun menurut Qatar, serangga adalah makanan haram.


Begini Cara yang Benar Menyimpan Bahan Makanan Segar di Kulkas

5 hari lalu

Begini Cara yang Benar Menyimpan Bahan Makanan Segar di Kulkas

Menyimpan bahan makanan segar di kulkas harus dilakukan secara benar karena dapat mempengaruhi rasa, tampilan, hinggi gizi yang dikandungnya.