Kasus Covid-19 Kembali Tinggi, Perhatikan Juga Gejala di Perut

Reporter

Ilustrasi sakit perut (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Selain gejala umum seperti demam, batuk, dan kelelahan, ada juga gejala COVID-19 berupa perut buncit dan gangguan perut lain. Penelitian telah menemukan penyebab virus corona dapat memasuki sistem pencernaan melalui reseptor permukaan sel untuk enzim yang disebut angiotensin converting enzyme 2

Dilansir dari Times of India, masalah pencernaan dapat dengan mudah terjadi karena reseptor untuk enzim ini 100 kali lebih umum di saluran pencernaan dibanding pernapasan. Aplikasi ZOE COVID Study di Inggris melaporkan sebagian besar pasien yang dites positif COVID-19 mengalami gejala gastrointestinal (GI). Gejala GI juga merupakan ciri umum virus corona selama strain Alpha dan Delta, dan juga muncul selama gelombang Omicron. Berikut beberapa gejala COVID-19 yang dapat mempengaruhi perut. 

Diare 
Orang dengan COVID-19 umumnya mengalami diare. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Gastroenterology meneliti 206 pasien dengan kasus COVID-19 ringan. Mereka menemukan 48 orang hanya memiliki gejala pencernaan dan 69 lain memiliki gejala pencernaan dan pernapasan.

Dari total 117 orang dengan gangguan lambung, 19,4 persen di antaranya mengalami diare sebagai gejala awal. Sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan di SN Comprehensive Clinical Medicine menemukan pasien COVID-19 yang mengalami diare sebagai salah satu gejala yang muncul lebih mungkin mengalami infeksi parah. 

Sakit perut 
Beberapa penderita COVID-19 mengeluhkan sakit perut akut dan nyeri perut saat terinfeksi. Sebuah studi di Beijing menganalisis semua studi klinis COVID-19 dan laporan kasus terkait masalah pencernaan yang diterbitkan antara Desember 2019 dan Februari 2020. Mereka menemukan 2,2-6 persen pasien mengalami sakit perut.

Sakit perut yang terkait dengan virus corona sering disertai tanda-tanda lain, seperti sakit kepala dan kelelahan. Dalam beberapa kasus, orang yang terinfeksi mungkin juga mengalami sakit tenggorokan dan kehilangan nafsu makan.

Kehilangan nafsu makan 
Selain gejala gastrointestinal, banyak pasien COVID-19 juga melaporkan kehilangan nafsu makan. Menurut penelitian Beijing yang sama, sekitar 39,9-50,2 persen orang mengalami kehilangan nafsu makan. Studi ZOE COVID juga menemukan satu dari tiga pasien COVID-19 kehilangan nafsu makan, yang menyebabkan malas makan.

Kehilangan nafsu makan dapat disebabkan oleh perasaan terlalu sakit atau lelah untuk menyiapkan atau makan. Untuk orang dewasa di atas 35 tahun, kehilangan nafsu makan biasanya berlangsung selama rata-rata empat hari, tetapi bisa juga seminggu atau lebih untuk pemulihan total. Pada usia di bawah 35, kehilangan nafsu makan biasanya berlangsung 2-3 hari dan mereka menjadi lebih baik dalam seminggu.

Baca juga: Bedakan Gejala Covid-19, Flu, Pilek, dan Alergi






Produksi Mazda di Jepang Diklaim Aman Meski Ada Penguncian Covid-19 di Cina

2 jam lalu

Produksi Mazda di Jepang Diklaim Aman Meski Ada Penguncian Covid-19 di Cina

Mazda mengklaim telah memiliki persediaan suku cadang yang cukup dalam beberapa bulan ke depan.


Saat Pejabat China Diam Tercengang Ditanya Protes Covid-19

3 jam lalu

Saat Pejabat China Diam Tercengang Ditanya Protes Covid-19

Pejabat China tercengang saat ditanya oleh wartawan mengenai protes mandat ketat nol-Covid di negara itu.


China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

5 jam lalu

China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

Pemerintah China semakin banyak memberlakukan lockdown di kota-kota karena antisipasi penyebaran Covid-19. Protes anti-lockdown terus berlangsung.


Studi: Subvarian Omicron BA.2 Berlipat Ganda Lebih Cepat di Sel Otak

7 jam lalu

Studi: Subvarian Omicron BA.2 Berlipat Ganda Lebih Cepat di Sel Otak

Para peneliti mengatakan bahwa subvarian Omicron BA.2 memicu tingkat kematian sel terprogram yang jauh lebih tinggi setelah infeksi sel otak.


Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

9 jam lalu

Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

Aktivitas pabrik di Cina terkontraksi lebih cepat pada November 2022 buntut dari pembatasan aktivitas karena penyebaran Covid-19


Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

15 jam lalu

Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

Dua sumber yang ikut berunjuk rasa menolak aturan Covid-19, di telepon oleh Kepolisian Beijing yang meminta mereka melakukan lapor diri.


Top 3 Dunia: Dukungan Keluarga untuk Anwar Ibrahim dan Reporter BBC Ditahan Cina

16 jam lalu

Top 3 Dunia: Dukungan Keluarga untuk Anwar Ibrahim dan Reporter BBC Ditahan Cina

Top 3 dunia pada 29 November 2022 masih didominasi oleh pemberitaan Anwar Ibrahim yang baru dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia.


Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

1 hari lalu

Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

Inggris mengatakan Cina harus mau mendengarkan suara rakyatnya sendiri. Warga Cina mencoba mengatakan mereka tidak senang dengan aturan Covid-19.


Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

1 hari lalu

Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

Pemerintahan Presiden Xi Jinping dinilai sulit goyah karena tidak ada agenda politik yang jelas dalam protes menolak kebijakan Covid-19 di Cina.


Klaim Jadi Korban Kekerasan Polisi dalam Demo, Kemenlu China Sebut BBC Playing the Victim

1 hari lalu

Klaim Jadi Korban Kekerasan Polisi dalam Demo, Kemenlu China Sebut BBC Playing the Victim

Juru bicara Kemenlu China, Zhao Lijian, menuding BBC hanya "playing the victim" dengan menyatakan reporternya jadi korban kekerasan polisi.